2 Pemancing Tersambar Petir Ternyata PNS Bateng dan Pangkalpinang

oleh -265 Dilihat
Jenazah salah satu pemancing di IGD Klinik Bakti Timah, Kecamatan Parittiga, Sabtu ( 4/6 ). Foto: Polsek Jebus.

BANGKA BARAT — Polsek Jebus merilis nama dua pemancing yang meninggal dunia karena tersambar petir di perairan Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Sabtu ( 4/6 ) siang tadi.

Kapolsek Jebus, Kompol Ghalih Widyo Nugroho mengatakan, kedua korban meninggal dunia adalah warga Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah dan Pangkalpinang.

Korban pertama bernama Ramadoni (40) warga Kelurahan Koba, Bangka Tengah, adalah PNS Pemkab Bangka Tengah.

Sedangkan korban kedua bernama
Sukmayadi (42) warga Pangkalpinang, adalah PNS Pemkot Pangkalpinang.

Ramadoni dan Sukmayadi pergi memancing bersama bersama Riza (42) warga Berok, Kecamatan Koba dan Jeri (43) warga Pangkalpinang, pegawai Pemkab Bangka Tengah. Mereka berempat pergi memancing menggunakan perahu milik Darwis Azis alias Alek ( 49 ) warga Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Ghalih mengatakan, Riza dan Jeri serta Darwis Azis sang pengemudi perahu selamat dalam kejadian tersebut.

Menurut Ghalih, lima orang tersebut berangkat melaut sejak Sabtu pagi. Namun menjelang siang cuaca di perairan Jebu Laut berubah menjadi kurang baik dan gelombang pun mulai membesar. Saat itu hujan turun disertai petir membuat para pemancing berniat menepi ke pantai.

” Setibanya di pesisir pantai salah seorang korban yang dari tadi masih mengabadikan cuaca hingga ke pesisir, diperingatkan oleh rekannya agar tidak menggunakan handphone karena cuaca mendung disertai adanya petir, ” kata Kompol Ghalih Widyo, Sabtu (4/6 ).

Detik selanjutnya secara tiba – tiba petir menyambar ke arah perahu menyebabkan dua orang meninggal dunia. Sementara dua pemancing lainnya terganggu pendengarannya karena sambaran petir tersebut.

” Setelah itu Darwis yang merupakan juru kemudi perahu langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Kelabat, Bripka Maresta Febriansyah untuk memberitahu peristiwa tersebut dan meminta pertolongan,” jelas Ghalih.

Para korban selanjutnya dibawa dengan ambulans ke Klinik Bakti Timah, Kecamatan Parittiga. Ghalih mengatakan, dua korban meninggal dunia diantar ke daerah asalnya menggunakan ambulans Desa Kelabat.

Kompol Ghalih Widyo Nugroho mengimbau kepada masyarakat terutama para nelayan, agar lebih berhati – hati dan memperhatikan cuaca sebelum melaut. Bila cuaca tidak memungkinkan dan berpotensi menimbulkan bahaya, sebaiknya tidak pergi ke laut. ( SK )