HEADLINEPEMPROV

Sugito Sampaikan Kesan dan Pesan

145
×

Sugito Sampaikan Kesan dan Pesan

Sebarkan artikel ini
Foto: Dinas Kominfo

PANGKALPINANG – Menghitung hari sebelum menunaikan amanah sebagai Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, berdialog dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri beserta jajarannya, Kamis (13/3/2025).

Dialog yang berlangsung di Ruang Podcast Solusi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung ini dihadiri oleh Badan Pengurus Harian, Tenaga Didik serta mahasiswa dan mahasiswi ini bertajuk 203 Hari Tebar Manfaat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dialog yang langsung di moderatori oleh Fadillah Sabri berlangsung dengan santai, sehingga Sugito dan peserta dapat berdiskusi serta berbagi informasi.

Sugito menuturkan, amanah untuk memimpin Babel ini merupakan salah satu dari perjalanan panjang karirnya setelah sebelumnya pernah bertugas di daerah Timor-Timur dan beberapa daerah lain di Indonesia.

“Dalam setiap penugasan dimanapun itu, saya selalu mencari aspek positifnya. Setiap daerah pasti punya kelebihan dan potensinya,” ungkapnya.

“Seperti halnya di Negeri Serumpun Sebalai ini, bagaimana masyarakat yang heterogen ini dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Kemudian dianugrahi sumber daya alam yang melimpah serta keindahan alam sebagai potensi wisatanya,” jelasnya.

Selama masa jabatannya, Sugito mengatakan kerja sama antara jajaran, stakehoder serta dukungan masyarakat Babel terhadap beberapa kebijakan menyangkut kesejahteraan telah diimplementasikan dan terus berproses.

“Saya berharap melalui sinergitas kita dapat mewujudkan Babel yang sejahtera melalui transformasi ekonomi dengan mendorong pengembangan di bidang pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata,” bebernya.

Lebih lanjut Sugito mengatakan, masih banyak PR yang harus dibenahi secara bersama-sama. Antara lain pernikahan dini hingga Angka Partisipasi Sekolah dan Angka Partisipasi Kasar Pernguruan Tinggi masih rendah.

“Semua pihak, saya harap bisa berkolaborasi utamanya dalam membangun kesadaran dan merubah mind set di masyarakat bahwa pendidikan sangat penting,” ujarnya.

“Dengan kelimpahan sumber daya alam dan kemudahan dalam memperolehnya, orangtua pada akhirnya mengesampingkan pendidikan bagi anaknya dan tidak jarang sebagian dari anak anak ini akhirnya menikah pada usia muda. Kedepan saya berharap fenomena ini tidak terjadi lagi di Babel,” tuturnya.

Menurut Sugito, baginya bukan tentang seberapa lama pengabdian dalam jabatan seseorang, tetapi yang terpenting adalah seberapa besar kemanfaatan yang diberikan kepada masyarakat.

Pada kesempatan ini pula, Sugito meresmikan Perubahan Nama Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Menjadi Perpustakaan Aksiologi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Ia juga memberikan cinderamata berupa 2 buku hasil karyanya yang berjudul Nafas Pengabdianku Hampir Putus di Bumi Lorosai dan Sahabat Nusantara. (*)

Sumber: Dinas Kominfo