PANGKALPINANG – Proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pangkalpinang tahun 2026 resmi dimulai dengan menerapkan sistem gugur berbasis penilaian online yang terpusat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon, menegaskan bahwa mekanisme seleksi dirancang transparan dan objektif sehingga meminimalisir potensi kecurangan.
“Hari ini dimulai dengan tes wawasan kebangsaan. Sistemnya gugur, jadi kalau nilainya di bawah 70 langsung tidak lanjut. Penilaiannya bukan dari kami, tapi langsung dari pusat karena online,” jelasnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebutkan, tahapan seleksi dilakukan berlapis, dimulai dari administrasi, tes wawasan kebangsaan, tes intelijensi umum, hingga tes kesehatan dan parade.
Menurutnya, sistem penilaian juga melibatkan banyak pihak, terutama pada tes fisik dan baris-berbaris.
“Untuk tes parade dan PBB, juri terdiri dari beberapa orang dan masing-masing memiliki akun sendiri untuk memberikan nilai. Hasilnya langsung terakumulasi, jadi sulit untuk dimanipulasi,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, Donal memastikan seluruh peserta memiliki peluang yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing.
“Kita ingin seleksi ini benar-benar menghasilkan yang terbaik, bukan karena faktor lain,” tegasnya. (IP)
Seleksi Calon Paskibraka Secara Online, Panitia Gunakan Sistem Gugur






