HEADLINEPEMKOT

Volume Sampah Selama Idul Adha Melonjak

×

Volume Sampah Selama Idul Adha Melonjak

Sebarkan artikel ini
Fahrizal

PANGKALPINANG – Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang mencatat adanya tren peningkatan volume sampah yang cukup signifikan di wilayah Kota Pangkalpinang.

Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama masa persiapan Lebaran hingga perayaan Idul Adha.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengungkapkan bahwa dalam kondisi tersebut, volume sampah di Kota Pangkalpinang kini berkisar antara 100 hingga 120 ton per hari.

“Peningkatan ini pasti terjadi karena konsumsi masyarakat bertambah, mulai dari persiapan Lebaran kemarin hingga aktivitas Kurban ini. Namun, tim kita sudah mengantisipasi hal tersebut sejak pra H-1,” ujar Fahrizal, Jumat (29/5/2026).

Fahrizal memastikan bahwa meski terjadi lonjakan volume, situasi di lapangan masih dapat diatasi dengan baik oleh petugas kebersihan.

Sejak kemarin, ritme pengangkutan sisa-sisa sampah di berbagai sudut kota juga sudah mulai kembali berjalan normal.

Perluas Fasilitas Pemilahan Sampah Plastik
Selain fokus pada penanganan lonjakan sampah musiman, DLH Kota Pangkalpinang saat ini juga tengah gencar memperbanyak titik fasilitas pemilahan sampah, terutama untuk menekan angka sampah plastik yang menjadi atensi utama pemerintah daerah.

Saat ini, fasilitas pemilahan tersebut baru berjalan di dua lokasi kedinasan, yakni di Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Fasilitas pemilahan sampah, khususnya plastik, memang menjadi atensi kita. Rencananya gerakan memilah sampah ini akan kita terapkan dan biasakan di lingkungan kantor dulu, baru setelah itu kita perluas secara masif ke tengah masyarakat,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan kebersihan kota, DLH Pangkalpinang juga berencana untuk merangkul lebih banyak pihak swasta lokal guna membantu penanganan sampah di beberapa titik krusial.

Selama ini, keterlibatan sektor swasta berskala nasional sudah berjalan di beberapa area, salah satunya di kawasan Pasar Padi.

“Kedepan, kami berharap semakin banyak pihak swasta di daerah yang terketuk untuk ikut membantu menata Kota Pangkalpinang. Minimal mereka bisa membantu menyokong pengelolaan di beberapa titik potensial,” tutup Fahrizal.n(IP)

Tinggalkan Balasan