PANGKALPINANG – Tingginya risiko penyakit yang menyerang organ reproduksi perempuan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan yang digelar dalam rangka Hari Kesehatan Perempuan Internasional 2026, kaum perempuan diajak lebih aktif menjaga kesehatan sejak usia produktif.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Hisar Mangoloi Manalu, usai menghadiri Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita di Ballroom Bangka City Hotel, Selasa (2/6/2026).
Menurut Hisar, upaya pencegahan harus dimulai dari peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi.
Karena itu, pemerintah menggandeng berbagai pihak untuk memperluas jangkauan edukasi kepada perempuan di Kota Pangkalpinang.
Ia menjelaskan, seminar yang melibatkan unsur tenaga kesehatan, kader keluarga berencana, kader kesehatan masyarakat, hingga perwakilan puskesmas tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini berbagai gangguan kesehatan reproduksi.
“Kami berharap peserta yang hadir tidak hanya menerima informasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing,” katanya.
Hisar mengungkapkan, sejumlah penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi perempuan masih menjadi perhatian di daerah. Selain kasus tumor pada organ reproduksi, angka kejadian kanker di Bangka Belitung juga dinilai perlu mendapat kewaspadaan bersama.
Menurutnya, sebagian besar faktor risiko dapat ditekan melalui perubahan pola hidup yang lebih sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, makanan dengan bahan pengawet berlebihan, maupun pola makan yang kurang seimbang dinilai turut berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan.
“Kesehatan reproduksi bukan hanya berkaitan dengan perempuan itu sendiri, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas keluarga dan generasi yang akan datang. Kesadaran untuk melakukan deteksi dini menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi terus meningkat sehingga risiko berbagai penyakit dapat ditekan sedini mungkin, sekaligus mendukung terwujudnya perempuan yang sehat dan generasi yang lebih berkualitas. (IP)
Hisar Soroti Ancaman Penyakit Kanker dan Tumor






