PANGKALPINANG – Pelepasan siswa kelas IX di SMP Negeri 10 Pangkalpinang tahun ajaran 2025/2026 tidak hanya menjadi momen perpisahan bagi para lulusan, tetapi juga ajang menampilkan kekayaan budaya Indonesia melalui Festival Budaya Nusantara yang digelar di lingkungan sekolah, Selasa (2/6/2026).
Kepala SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Defrizal, mengatakan sekolah yang dipimpinnya saat ini mengusung konsep Sekolah Budaya Nusantara sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia sejak dini.
Menurutnya, konsep tersebut diwujudkan dalam berbagai program sekolah, termasuk pemberian identitas kelas yang mengangkat nama-nama budaya dari berbagai daerah di Tanah Air, mulai dari Aceh hingga Papua.
“Kami ingin anak-anak mengenal sekaligus mencintai keberagaman budaya Indonesia. Karena siswa di sekolah ini juga berasal dari latar belakang suku yang beragam, seperti Melayu, Jawa, Bugis, Buton, dan lainnya,” kata Defrizal.
Ia menjelaskan, keberagaman tersebut turut ditampilkan dalam berbagai pertunjukan seni pada Festival Budaya Nusantara.
Selain festival budaya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi STIMULUS atau Sistem Informasi Kelulusan yang digunakan untuk mendukung layanan pendidikan berbasis digital di Kota Pangkalpinang.
Dalam kesempatan itu, Defrizal mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang yang menghadiri kegiatan di sekolah tersebut.
Ia menyebut kunjungan kepala daerah menjadi momen bersejarah bagi SMPN 10 Pangkalpinang yang telah berdiri selama hampir tiga dekade.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena untuk pertama kalinya sejak sekolah ini berdiri, kegiatan kami dihadiri langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Terkait capaian akademik, Defrizal melaporkan sebanyak 189 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar dinyatakan menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP pada tahun ajaran ini.
Ia juga menyampaikan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Di hadapan para orang tua dan siswa, Defrizal berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.
Ia mendorong seluruh siswa untuk terus mengejar pendidikan yang lebih tinggi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Teruslah berprestasi, kembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Raihlah cita-cita setinggi mungkin, tetapi tetap menjaga kerendahan hati dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya. (IP)
SMPN 10 Pangkalpinang Usung Konsep Sekolah Budaya






