PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menggelar Operasi Pasar Murah untuk menjaga harga dan ketersediaan bahan pokok serta mengendalikan inflasi.
OPM keempat tahun 2026 tersebut digelar di Terminal Kampung Keramat, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan operasi pasar dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Operasi Pasar Murah ini dilaksanakan yang ke-4 kalinya, merupakan kerja sama Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkapnya.
Sejumlah bahan pangan strategis dijual dengan harga murah atau setara harga distributor. Komoditas yang tersedia meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu dan telur ayam.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia.
“Harapannya, dengan dilaksanakan kegiatan ini akan meningkatkan daya beli masyarakat, terpenuhinya serta tersedianya bahan pangan strategis untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Selain OPM, Pemkot Pangkalpinang juga telah menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Pusat berupa beras untuk periode Juli-September 2026.
Bantuan diberikan kepada 19.808 penerima manfaat yang masuk desil 1 hingga 4. Setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras.
Total beras yang disalurkan mencapai 594,24 ton.
Pemkot Pangkalpinang juga telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Sembayang Rebut.
GPM tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Melalui operasi pasar, penyaluran bantuan pangan dan GPM, Pemkot Pangkalpinang berupaya menjaga harga serta ketersediaan bahan pokok agar tetap terjangkau masyarakat,” pungkas Juhaini. (IP)







