BANGKA – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agam Dliya Ul-haq, mengaku prihatin dengan adanya aktivitas tambang timah yang berada dekat SMA Negeri 1 Pemali.
Informasi itu diterima Agam dari guru dan siswa sekolah unggulan tersebut, saat menggelar reses perdananya di SMK Negeri 1 Sungailiat, Jumat (17/01/2025).
Menurut informasi, hingga saat ini tambang timah itu masih beroperasi. Aktivitas penambang timah itu sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar, juga dikhawatirkan akan berdampak pada akses jalan di area sekolah.
“Sudah menyampaikan ke pihak, Polsek dan kecamatan, namun sampai sekarang belum ada hasil dan masih beroperasi,” ujar salah satu siswa SMA Negeri 1 Pemali yang hadir pada kegiatan reses itu.
Menanggapi hal itu, Agam mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di area SMAN 1 Pemali. Ia juga sangat menyayangkan jika pihak sekolah sudah melapor, tapi belum ada tindak lanjut dari pihak terkait.
“Kami akan memprioritaskan aspirasi ini dan akan menindaklanjuti secepat mungkin berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, apalagi melihat kondisi cuaca saat ini sangat membahayakan area sekolah tersebut,” katanya.
Agam juga berterimkasih kepada pihak SMA Negeri 1 Pemali yang sudah menyampaikan kondisi yang terjadi di dekat sekolah mereka, karena memang saling berkoordinasi dan bekerja sama itu sangat penting dilakukan untuk kepentingan bersama, dan kemaslahatan siswa-siswi yang sedang menempuh pembelajaran di sana.
Reses perdana Agam digelar di Gedung Pertemuan SMK Negeri 1 Sungailiat, dihadiri oleh Pelaksana Tugas Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah II Kabupaten Bangka, Bappeda dan Biro Kesra.
Agam mendengarkan aspirasi dari para kepala sekolah, guru-guru, pengawas, serta siswa-siswi dari SMA/SMK se- Kabupaten Bangka, yang hadir pada reses tersebut.
Berbagai macam aspirasi yang disampaikan seperti masalah 60 guru honorer yang tidak termsuk dalam database di BKN, infrastruktur, sarana dan prasarana, beasiswa, bantuan sosial pendidikan, fasilitas ekstrakurikuler dan bahkan ada yang menyampaikan terkait aktivitas tambang didekat sekolah. (Fadhel)
Sumber: inpost.id












