Caleg Perempuan Jangan Hanya Pajang Nama

oleh -5 Dilihat

BANGKA BARAT — Kordiv Hukum, Humas dan Datin, Bawaslu Provinsi Babel, Dewi Rusmala mengatakan, calon legislatif perempuan harus pintar agar dapat terpilih dalam ketatnya persaingan di Pemilu, bukan hanya sekedar memajang namanya untuk melengkapi kuoto 30 persen keterwakilan perempuan saja.

” Kita tidak hanya ditarok nama disitu tapi bagaimana kita nanti bisa terpilih, jangan ngikuti tandem saja, kalau bisa kita ambil kesempatan itu bagaimana kita mensosialisasikan dan lain – lain, banyak yang bisa kita bawa, misalnya KDRT,” ujar Dewi Rusmala saat memberikan materi pada Rakor Pendidikan Politik Kaum Perempuan Dalam Penyelesaian Sengketa Pemilu, Menuju Pemilu Cerdas dan Berintegritas Tahun 2024, di Aula Kantor Kejari Bangka Barat, Selasa ( 9/11 ).

Menurut dia, bila terpilih pun, keterwakilan perempuan di kursi legislatif harus benar – benar mewakili perempuannya. Selama ini perempuan hanya diperhatikan pada saat pencalonan caleg jelang Pemilu saja. Dewi tidak menginginkan hal itu terulang lagi di tahun 2024 mendatang.

Di DPRD Bangka Barat sendiri, perempuan hanya diwakili 4 orang dari 25 kursi yang ada. Padahal menurut Dewi, jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibandingkan laki – laki. Seharusnya pemilih perempuan lebih mempercayakan suaranya diwakili para caleg perempuan.

” Nah, bagaimana nanti di 2024 perempuan lebih percaya kepada calon perempuan tapi dengan satu syarat, calon perempuan yang kita pilih itu adalah benar – benar calon yang bisa mempertanggungjawabkan suara perempuan,” cetus dia.

” Saya nggak tahu ini yang 4 orang di Bangka Barat bagaimana? Maunya saya yang perempuan itu bertanggung jawab kepada pendidikan perempuan yang ada di Bangka Barat, karena mereka mewakili lho, ini lho suara perempuan,” lanjut Dewi.

Dia menambahkan, banyak sekali kebutuhan perempuan yang bisa diangkat oleh caleg perempuan ke meja parlemen, dan itu tentunya harus dilakukan oleh anggota DPRD perempuan yang terpilih.

” Karena kalau kita bicara perempuan, banyak sekali kebutuhan perempuan yang sebenarnya harus diangkat. Kita lebih bagaimana nanti mempertanggungjawabkan suara perempuan di perwakilan perempuan,” ucap Dewi Rusmala. ( SK )