Ini Pesan Helena Untuk Forkopimda Bangka Barat

oleh
Bupati Bangka Barat, H. Sukirman dan Helena Octavianne bersama anak - anak SLB Negeri Muntok saat acara pisah sambut Kajari Bangka Barat, Rabu ( 16/3 ).

BANGKA BARAT — Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne akhiri masa tugasnya di Bumi Sejiran Setason. Helena akan mengemban amanah sebagai Kajari di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Sebagai penggantinya, mantan TU Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, Wawan Kustiawan melanjutkan tongkat komando Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat yang ditinggalkan Helena.

Pisah sambut Helena dan Wawan digelar di Gedung Pertemuan Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat, di Muntok, Rabu ( 16/3 ) pagi.

Helena Octavianne terlihat terharu dan tidak dapat menahan air matanya saat siswa – siswi SLB Negeri Muntok memainkan lagu Ibu Kita Kartini dan Bunda milik Melly Goeslaw dengan lantunan angklung serta gitar akustik.

” Ini kan angklungnya dari Kejaksaan, dalam waktu singkat anak – anak ini sudah bisa memaikannya dengan bagus. Saya merasa terharu dan mau nangis jadinya,” ucap Helena.

Disamping itu, Helena sudah merasa nyaman bertugas di Bangka Barat. Namun ia berpesan kepada Forkopimda jangan terlalu nyaman, karena Bangka Barat dengan segala potensinya masih menunggu untuk dikembangkan.

” Saya minta anak – anak SLB ini main angklungnya sudah bagus, saya minta untuk sering – sering ditampilkan ya Pak Bupati. Juga Bujang Dayang harus sering diangkat, karena mereka adalah wajah Bangka Barat,” sambung Helena.

Untuk Direktur Perumdam Tirta Sejiran Setason, Najamuddin, Helena mengatakan ia masih menunggu produk air kemasan yang sudah berjalan kurang lebih setahun namun belum juga terealisasi.

” Saya tunggu ya Pak produk air kemasannya. Kalau sudah ada kirim aja ke Pandeglang,” ucapnya.

Sementara itu Kajari yang baru, Wawan Kustiawan mengatakan akan melanjutkan segala yang telah dilakukan Helena Oktavianne, terutama program Restorative Justice yang sedang gencar digaungkan.

” Sesuai arahan pimpinan, kita akan melanjutkan Restorative Justice dan Kampung Restorative Justice. Mudah – mudahan apa yang telah terjalin di Bangka Barat ini bisa kita lanjutkan dengan lebih baik lagi. Mohon dukungannya,” ujar Wawan.

Bupati Bangka Barat, H. Sukirman mengatakan, dengan kepergian Helena tentunya membuat Bangka Barat kehilangan sosok muda yang inovatif serta energik. Namun ia optimis sinergi yang selama ini telah terbina dengan baik bersama Kejaksaan akan mempermudah laju pembangunan di Bangka Barat.

Acara pisah sambut dihadiri Bupati Bangka Barat, H. Sukirman, Wakil Bupati, Bong Ming Ming, Ketua DPRD, Marudur Saragih, Kapolres, AKBP Agus Siswanto, Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Deri Indrawan, Direktur Perumdam Tirta Sejiran Setason, Najamuddin, Kepala PN Mentok, Erica Mardaleni serta tamu undangan lainnya. ( SK )