Jelang Puasa, Pemerintah Monitoring Harga Sembako

oleh
Muhammad

BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan ketersediaan stok, dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok jelang puasa. Salah satu langkah yang dilakukan dengan melakukan monitoring ke gudang distributor, toko serta pasar untuk memperoleh data, dan informasi kondisi ketersediaan stok sembako.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan, Muhammad menyebutkan, persiapan dan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang puasa menjadi tema utama pembahasan dalam rapat pada Senin lalu (21/03/22), dengan instansi terkait.

Hal tersebut mengawal kesiapan jajarannya, dan para pelaku usaha dalam monitoring barang kebutuhan pokok. Tujuannya supaya menghindari terjadinya kekurangan pasokan, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi bahan pokok mengakibatkan kenaikan harga tidak wajar.

“Jadi simpulannya, bahwa bidang perdagangan akan secara inten melakukan monitoring ke gudang – gudang distributor, toko serta pasar untuk memperoleh data, dan informasi kondisi ketersediaan stok sembako, seperti beras, gula, gandum, minyak goreng, dan lain lain,” kata Muhammad kepada Inpost, Kamis (24/03/22).

Menurut dia, monitoring barang kebutuhan mulai dilakukan sebelum puasa ke sejumlah daerah yang ada di Negeri Beribu Pesona. Monitoring ini bakal dilakukan secara bertahap, sekaligus untuk mengantisipasi persoalan kejadian tak terduga lainnya.

Selain itu, untuk menjamin stabilitas harga, pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga sudah mengeluarkan harga eceran tertinggi, seperti beras, gula, gandum, minyak goreng, dan lain lain.

“Hal ini agar apabila ditengarai adanya kekosongan pasokan, bisa segera dikoordinasikan dengan semua stekholder untuk mengantisifasinya agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar dia.

Khusus minyak goreng, lanjut Muhammad, yang beberapa pekan lalu sempat membuat resah masyarakat, kata mantan Sekwan Bangka Selatan ini, bahwa sejak tanggal 17 Maret pemerintah sudah mencabut subsidinya, sehingga harga minyak goreng kembali dibentuk melalui mekanisme pasar.

Masih menurut dia, walaupun belum sepenuhnya pulih, tapi saat ini minyak goreng tidak langka lagi, tetapi memang masih belum menutupi seluruh kebutuhan masyarakat.

Diakuinya, ada di beberapa desa yang masih merasa kesulitan mendapatkan minyak goreng.
Tapi pihaknya akan terus mengupayakan bekerjasama dengan distributor, agar pasokan bisa ditingkatkan secara merata.

Seperti keluhan dari Kades Delas, Kades Tukak, bahkan dari Kecamatan Lepar. Namun berkat kesigapan petugas bidang perdagangan, dan kerjasama yang baik dengan distributor, dan sub distributor di Toboali.

“Sudah bisa diatasi walaupun benar belum sepenuhnya, tapi minimal sudah bisa teratasi. Mudah – mudahan kedepannya bisa segera normal dan kebituhan masyarakat segera terpenuh,” pungkasnya. (Yusuf)