Kendati Kasus Melonjak, Pasien Covid Hanya Bergejala Ringan

oleh
Ketua Satgas Penanganan Covid - 19 Bangka Barat, Achmad Nursandi.

BANGKA BARAT — Dalam sepuluh hari terakhir, grafik kasus positif Covid – 19 di Bangka Barat melonjak secara signifikan. Tercatat di awal tahun 2022 ini, terdapat 427 orang yang terpapar dan harus menjalani isolasi.

Sedangkan penambahan kasus baru yang dicatat Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat sebanyak 313 orang.

Bila dibandingkan dengan angka kesembuhan, jumlah tersebut tidak seimbang, dimana pasien yang berhasil sembuh hanya 103 orang.

Namun para pasien yang terkonfirmasi positif di tahun ini menurut Ketua Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, Achmad Nursandi hanya mengalami gejala ringan saja, kendati penyebarannya memang lebih cepat daripada sebelumnya.

” Polanya sudah kita lihat jadi memang agak cepat sebarannya, tapi sebagian besar juga gejalanya ringan bahkan kita tanya ke beberapa yang positif juga ada yang tanpa gejala,” terang Sandi, Senin ( 28/2 ).

Gejala ringan bahkan tanpa gejala yang dirasakan para pasien menurut dia tidak lepas dari pengaruh vaksinasi yang telah digencarkan selama ini. Sedangkan tiga pasien yang meninggal dunia memang selain mengidap komorbid, juga belum divaksinasi.

” Kebanyakan yang kena itu sudah vaksin, makanya gejala ringan dan tanpa gejala. Bahkan ada tiga meninggal itu memang ketiganya ada penyakit bawaan dan mereka belum vaksin,” cetus Sandi.

Dikatakannya, naiknya kasus terkonfirmasi positif disebabkan beberapa faktor, diantaranya pelaku perjalanan dan adanya sejumlah siswa yang positif Covid – 19 yang didapat dari hasil tracking.

” Kebanyakan adalah pelaku perjalanan, jadi banyak ketahuan disana. Ini juga di pintu masuk kita yakni Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, itu kalau ada kita isolasi dulu di tempat isolasi terpadu kita. Kita juga sudah diskusi dengan kepada Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah agar diperketat protokol kesehatannya dan kita juga Satgas akan mengawasi,” terang Sandi. ( SK )