Masih Ada Satu Pelaku Penusukan di Batu Rakit yang Diburu Polisi

oleh -264 Dilihat
Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto dan anggota saat menjemput 3 terduga pelaku penusukan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Sabtu ( 18/6 ) malam.

BANGKA BARAT — Setelah berhasil meringkus tiga terduga pelaku penusukan di Pantai Batu Rakit, Kecamatan Muntok, Sat Reskrim Polres Bangka Barat masih memburu seorang pelaku lainnya yang diperkirakan masih berada di wilayah Bangka.

Menurut Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto, pelaku penusukan yang memakan satu korban tewas dan satu luka – luka tersebut kini bertambah seorang lagi. Saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran pria yang diduga masih di bawah umur.

” Iya masih kita kejar, diduga belasan tahun umurnya. Pelaku ini berlari di Bangka belum keluar dari daerah ini. Baik korban dan pelaku saling kenal, kejadian cekcok dan diduga mabuk,” kata AKBP Agus Siswanto, Selasa (21/6 ).

Sebelumnya personel Polres Bangka Barat sudah mengamankan tiga orang terduga pelaku, yang hendak melarikan diri dengan menumpangi Kapal Ferry KMP Munic VII tujuan Pelabuhan Tanjung Api – Api, Sabtu ( 18/6 ) lalu.

Ketiga orang itu diduga melakukan penganiayaan dua remaja lainnya di Pantai Batu Rakit, Kecamatan Muntok pada Jum’at ( 17/6 ).

Salah satu korbannya ditemukan tewas di pantai tersebut, Sabtu ( 18/6 ) pagi, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka parah dan sempat menjalani operasi di RSUD Sejiran Setason.

Menurut Kapolres, korban tewas akibat
ditusuk dengan senjata tajam atau pisau untuk membersihkan ikan. Sedangkan satu korban yang luka parah ditusuk dengan pecahan botol.

” Mereka saling kenal, yang tewas itu ditikam dengan pisau dan korban lainnya ditusuk dengan pecahan beling, dilarikan kerumah sakit untuk pertolongan pertama,” ungkap Agus.

Kejadian tersebut membuat Polisi akan melakukan patroli intensif malam hari, yakni operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di seputaran wilayah Kecamatan Muntok, terutama di lokasi wisata pantai dengan menurunkan personel satuan khusus.

Dikatakan Agus, anggotanya baik berseragam atau tidak akan menggelar KRYD, terutama di malam Kamis dan Minggu.

” Karena di malam itu banyak yang kumpul, diduga di tempat tersebut ada yang mabuk dan ngelem. Jadi nanti akan dilakukan razia dan diperiksa badannya, bila ditemukan senjata tajam dan alkohol serta lainnya kami akan tindak. Bila tidak ada kami akan imbau untuk pulang sampai pukul 11 malam,” tandas Kapolres. ( SK )