Minyak Goreng Lenyap di Pasaran, Ini Tanggapan DKUP Babar

oleh -4 Dilihat
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Bangka Barat, Aidi di ruang kerjanya, Kamis ( 17/2 ).

BANGKA BARAT — Beberapa waktu belakangan ini masyarakat Bangka Barat diresahkan dengan kelangkaan minyak goreng, terutama merk Fortune yang harganya eceran tertingginya sudah ditetapkan seharga Rp. 14.000 per liter.

Bahkan di dua gudang sembako yang ada di Bangka Barat, Sakkien dan Uno menyatakan bahwa mereka sudah kurang lebih dua minggu kehabisan stok minyak goreng.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menegah dan Perindustrian ( DKUP ) Bangka Barat, Aidi mengatakan, untuk minyak goreng Fortune memang terjadi pengurangan stok sehingga terjadi kelangkaan.

Namun menurut dia untuk merk – merk premium seperti Bimoli dan Sanko kemasan 2 liter, ketersediaannya masih ada.

” Kemaren masuk Fortune sebanyak 100 dus sekitar 2.400 kantong masuk ke Muntok dan hari ini pun sudah mulai menipis lagi merk Fortune,” ujar Aidi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis ( 17/2 ).

Dikatakan Aidi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan agen – agen yang ada di Muntok. Pihak agen memperkirakan minyak goreng Fortune yang harganya sesuai HET dalam waktu dekat akan masuk ke Bangka Barat sebanyak 400 dus.

” Kita berharap dengan adanya pasokan itu akan membantu masyarakat kita supaya ketersediaan minyak goreng yang harganya sesuai HET yang ditetapkan pemerintah dapat terpenuhi,” sebut Aidi.

Menghilangnya minyak goreng di pasaran menurut dia disebabkan stok barang yang didistribusikan dari pusat ke daerah jumlahnya berkurang, sehingga memicu kelangkaan.

” Penyebabnya ini lebih ke faktor distribusi yang berasal dari pusat, kemudian ke daerah kita ke provinsi memang jumlah stoknya berkurang, otomatis dari provinsi ke kabupaten kita termasuk ke kabupaten yang lain juga stoknya sedikit,” tukas Aidi. ( SK )