Nelayan Matras Soraki KIP Mega Fajar

oleh

* Emak-emak Hambur Beras Kunyit
* Hambat Perahu Nelayan Masuk ke Pantai

BANGKA — Karamnya Kapal Isap Produksi Mega Fajar di sela Talud Pantai Matras, Sabtu (2/1) dinihari, jadi tontonan nelayan dan warga setempat.

Nelayan yang mayoritas menolak aktivitas penambangan timah menggunakan KIP di perairan lepas Pantai Matras, menyoraki KIP Mega Fajar yang karam dan terdampar tersebut.

Warga dan nelayan yang mayoritas emak-emak, tak henti-hentinya menyoraki dan mengucap syukur melihat kondisi KIP Mega Fajar.

“Hore! Hore! Hore! Syukur! Syukur! Inilah bukti nyata do’a masyarakat nelayan yang terdzholimi,” ucap emak-emak seraya menghambur beras kunyit sebagai wujud rasa syukur dan gembiranya.

Disisi lain, kondisi KIP Mega Fajar itu akan mengganggu nelayan beraktivitas, karena posisi KIP itu karam dan tenggelam tepat di sela-sela Talud Pemecah Gelombang, sekaligus tempat berlabuh perahu nelayan.

“Perahu kita tidak bisa masuk dan berlabuh di dalam, karena posisi KIP ini menutup jalur perahu masuk ke pantai,” ujar Santo, nelayan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. (Romlan)

No More Posts Available.

No more pages to load.