3 OPD Kabupaten Bangka, Dampingi Komisi III Datangi Pasar Belinyu

oleh

BANGKA — Tiga Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bangka, yaitu, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Disperindag beserta Komisi III DPRD Kabupaten Bangka, mendatangi dua lokasi pasar di Kecamatan Belinyu, Senin (17/01) pagi.

Dua lokasi pasar yang didatangi mereka adalah, Pasar Baru dan Pasar Lama Belinyu. Kedatangan mereka guna melakukan peninjauan terkait revitalisasi dan pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah atau IPAL.

Pasar Baru Belinyu sendiri merupakan pasar yang dihibahkan kepada Pemkab Bangka, sejak tahun 2005 lalu.

Tidak sedikit kerusakan yang terjadi pada lapak-lapak yang disewakan para pedagang, sehingga mereka berharap pemerintah bisa mengatasi hal itu.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka, Romlan telah menanggapi hal itu. Namun kata Romlan, semua butuh proses, sebab untuk realisasi dari pihak pemerintah sendiri butuh waktu paling tidak satu tahun.

Menurutnya, hal ini juga menjadi upaya DPRD Kabupaten Bangka dalam mendorong perencanaan Bupati Bangka.

” Ya, kita ingin mendorong perencanaan Bapak Bupati, untuk merevitalisasi Pasar Belinyu ini. Kami, dari Dewan, artinya mensupport. Realisasinya kan, biasanya pemerintah itu tetap satu tahun. Harus disusun dulu designnya, DID-nya. Makanya harus disusun dulu, dirancang dulu seperti apa,” kata Romlan, di Pasar Baru Belinyu.

Sementara itu Kadisperindag Kabupaten Bangka, Asep Setiawan saat diwawancara mengatakan, memang segala perbaikan ini harus dalam sebuah usulan. Karena, kata Asep, semua tidak serta merta langsung dilakukan dan ditangani.

” Ya, itu kan harus diusulkan dulu ya. Mungkin dianggaran perubahan nanti. Karena kan, tidak serta merta harus ditangani,” kata Asep.

Dilain pihak, Kadis PUPR Kabupaten Bangka, Ismir Rachmadidinianto juga mengatakan, pihaknya siap mendukung revitalisasi ini. Namun ia menegaskan, 
hal terpenting adalah usulan para OPD setempat.

” Kita siap dukung, yang pentingkan usulan dari OPD. Yaa kita siap bantu,” ujar Ismir.

Untuk perbaikan, kata Ismir, tidak ada yang dikatakan vital, karena bisa dilakukan dengan sistem pemeliharaan rutin saja. Namun yang terpenting adalah pembangunan IPAL.

Maka dari itu lanjut Ismir, pihaknya akan mempercepat pembangunan saluran limbah tersebut.

” Kalau untuk perbaikan, kan ini pekerjaan yang minor, terkait lapak atau saluran-saluran di dalam itu kan bisa dengan pemeliharaan rutin. Cuma kalau yang bagian luar seperti drainase atau saluran batu belah yang ada di depan pasar, supaya air tidak meluap. Kemudian juga, pembangunan IPAL, ini yang kita lakukan untuk lebih cepat, supaya tidak berbau,” kata dia.

Usai mendatangi Pasar Baru Belinyu, rombongan pejabat Kabupaten Bangka itu juga melakukan peninjauan di Pasar Lama Belinyu. (Randhu)