Operasi Pekat Polres Babar, Kasus Miras dan Perampokan Paling Menonjol

oleh -111 Dilihat
Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto menunjukkan barang bukti miras dalam Konferensi Pers Operasi Pekat Menumbing 2022, di Gedung Catur Prasetya, Mako Polres, Kamis ( 7/4 ).

BANGKA BARAT — Berbagai penyakit masyarakat yang dilakukan 12 orang pelaku berhasil dijaring Polres Bangka Barat dalam Operasi Pekat Menumbing 2022 yang dilaksanakan selama 12 hari.

12 orang tersebut merupakan pelaku kejahatan seperti perjudian, pencurian dengan kekerasan, premanisme, prostitusi dan minuman keras.

Peredaran dan perdagangan minuman keras sedikit lebih menonjol dari berbagai kasus yang ditangani polisi kali ini. Hal itu terlihat dari banyaknya barang bukti miras yang berhasil diamankan petugas.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengatakan, dari pelaku berinisial SSC ( 50 ), warga Desa Air Junguk, Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, pihaknya menyita minuman keras berbagai jenis dalam jumlah cukup banyak.

Barang bukti miras yang diamankan antara lain, 7 jerigen arak, 76 bungkus arak ukuran 1 kilogram, 2 botol miras Mixmax, 38 kaleng bir angker, 82 botol bir angker, 24 botol bir hitam Guinness, 15 kaleng bir Guinness serta 42 kaleng Draft Beer.

Kasus menonjol lainnya yakni aksi perampokan yang dilakukan dua tersangka, D dan R di kawasan Pal 2, Kelurahan Sungai Daeng, dimana kedua pelaku menggunakan senjata tajam dan senjata api mainan untuk menakut – nakuti korbannya. Kedua pelaku pun berhasil melarikan sejumlah barang berharga milik korbannya.

Kasus prostitusi dengan TKP di Penginapan Sin Sin, Jalan Pal 2, Kecamatan Muntok juga berhasil diungkap. Menurut Kapolres, kasus ini melibatkan seorang ibu rumah tangga.

Modusnya, pelaku menyuruh orang lain untuk menemui laki – laki hidung belang yang mengajak berkencan. Transaksi dilakukan melalui pesan WhatsApp. Kasus ini masih didalami polisi.

Agus mengatakan, selain itu dalam Operasi Pekat kali ini pihaknya berhasil mengungkap sembilan sasaran terdiri dari 5 Target Operasi ( TO ) dan 4 kasus non TO.

” Operasi Pekat kali ini ada sembilan Laporan Polisi, para pelaku sudah kita proses dan amankan, sementara masih proses penyelidikan,” jelas Agus saat Konferensi Pers Operasi Pekat Menumbing 2022, di Mako Polres Bangka Barat, Kamis ( 7/4 ).

Kapolres mengatakan, Operasi Pekat 2022 digelar bertujuan menciptakan kondisi yang aman serta menekan ancaman gangguan Kamtibmas selama bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

” Memang tindak kejahatan selama bulan puasa tahun ini meningkat, mengenai hal itu kami menghimbau masyarakat untuk selalu mengunci pintu rumah saat bepergian terutama saat pergi teraweh,” imbau Agus.

” Paling penting itu, pada saat mau teraweh itu, semua pintu rumah dikunci. Pada bulan puasa pencuri itu, dari tahun ke tahun kasus kejahatan meningkat,” sambungnya. ( SK )