Pelaku Pelemparan Truk di Desa Berang Ternyata Bocil

oleh
Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto saat diwawancarai usai mediasi kasus pelemparan batu oleh bocil terhadap truk logistik, di Mako Polres, Selasa ( 19/4 ) malam.

BANGKA BARAT — Setelah melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua minggu, anggota Polsek Simpang Teritip bersama personel Polres Bangka Barat berhasil mengungkap kasus pelemparan batu yang terjadi di ruas jalan Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip.

Mirisnya, terduga pelaku pelemparan terhadap sejumlah truk logistik yang melintas di Jalan Pangkalpinang – Muntok yang sempat viral di media sosial tersebut, ternyata masih dibawah umur.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengatakan, terduga pelaku seorang bocah cilik berusia 12 tahun. Motif pelemparan pun hanya sekedar iseng.

” Tidak ada motif lain pelaku dalam pelemparan batu tersebut, hanya karena keisengan belaka,” ujar Agus, Selasa ( 19/4/2022 ).

Dengan pertimbangan pelaku masih dibawah umur, Agus mengatakan proses hukumnya dihentikan dan akan diterapkan Restorative Justice, apalagi pihak korban juga sudah memaafkan.

” Dan korban sudah memaafkan jadi kita Restorative Justice, jadi kita hentikan prosesnya, terus dalam pengawasan Dinsos dan kepolisian ke depannya nasib anak-anak ini,” tandas Kapolres.

Proses Restorative Justice ditandai dengan penandatanganan kesepakatan damai antara pelaku dan korban. Keluarga dan perangkat desa serta Dinas Sosial Bangka Barat serta Balai Pemasyarakatan menyaksikan kesepakatan damai tersebut.

Selain itu, orang tua terduga pelaku pelemparan juga telah menyatakan siap mengganti kerugian yang dialami para korban.

Kejadian pelemparan tersebut membuat Kapolres merasa prihatin. Dia mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak – anaknya, terutama kegiatan mereka di malam hari.

” Untuk orang tua anak supaya diawasi, kalau memang ada yang nggak sekolah lapor ke desa karena ada program – program pemerintah supaya anak – anak ini bisa sekolah,” cetus Agus.

Di lain pihak, orang tua sang bocah mengaku kaget dan tidak menyangka jika anaknya melakukan aksi pelemparan sejumlah truk hingga mengalami kerusakan, yang berbuntut dirinya dipanggil ke Polsek Simpang Teritip. Untuk itu ia meminta maaf kepada para supir truk yang menjadi korban.

” Dak menyangkalah, saya melihat di facebook, ternyata rupanya anak kita dan saya kaget kaget lah kemarin dipanggil ke Polsek Simpang Teritip. Untuk kejadian ini saya meminta maaf, dari orang tua pelaku kepada supir – supir truk yang melintas di Kabupaten Bangka Barat ini,” ucapnya. ( SK )