HEADLINEPEMKOT

‎Pemkot Pangkalpinang Siapkan Langkah Strategis

225
×

‎Pemkot Pangkalpinang Siapkan Langkah Strategis

Sebarkan artikel ini
Foto: inpost.id

‎PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menetapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi dalam 90 hari ke depan.

‎Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (20/10/2025).

‎Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan rapat yang diikuti secara virtual dari Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang tersebut membahas langkah konkret untuk memperkuat kinerja ekonomi daerah melalui percepatan belanja dan tata kelola keuangan yang efisien.

‎“Dari hasil rakor, yang pertama adalah arahan dari Menteri Keuangan terkait percepatan realisasi belanja untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kemudian, Mendagri menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah dimotori oleh dua mesin, yakni pemerintah dan swasta,” ujar Juhaini.

‎Ia menjelaskan, berdasarkan laporan nasional, realisasi pendapatan daerah telah mencapai 70,7 persen, sedangkan realisasi belanja baru 56,07 persen.

‎Di tingkat kota, Banjarbaru mencatat realisasi tertinggi dengan 87,9 persen, sementara Kota Prabumulih menjadi yang terendah dengan 59,6 persen.

‎“Dari Kemenkeu juga disampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tahun 2025 mencapai 5,12 persen, dengan inflasi sebesar 2,65 persen. Pertumbuhan tertinggi masih didominasi wilayah Pulau Jawa dengan angka 5,69 persen,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, Juhaini memaparkan tiga fokus utama hasil rakor yang harus dijalankan pemerintah daerah dalam 90 hari ke depan.

‎“Pertama, pengelolaan dana pemerintah daerah di bank harus dilakukan secara efisien dan diutamakan melalui bank daerah. Kedua, percepatan belanja bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan tepat sasaran untuk mendorong perekonomian serta memperkuat layanan publik dan PAD,” jelasnya.

‎Selain itu, kata Juhaini, fokus ketiga adalah memperkuat tata kelola dan integritas agar kepercayaan publik serta investor meningkat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kokoh.

‎“Kami optimis dengan memperkuat disiplin fiskal, mempercepat belanja daerah, dan menjaga efisiensi pengelolaan keuangan, ekonomi Kota Pangkalpinang akan tetap stabil, dan inflasi dapat terkendali menjelang akhir tahun 2025,” pungkasnya. (inpost.id)