Perang Ketupat 2022 Akan Dijejali 10 Ribuan Orang

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Muhammad Ali di ruang kerjanya, Jum'at ( 25/3 ).

BANGKA BARAT — Pesta adat Perang Ketupat, Kecamatan Tempilang tahun ini akan digelar kembali setelah dua tahun absen karena pandemi Covid – 19.

Rencananya perhelatan ruwahan menyambut bulan suci Ramadhan itu akan dilaksanakan pada Minggu ( 27/3 ) mendatang di Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali tidak menampik akan terjadi euforia dari masyarakat menyambut acara tersebut, mengingat dua tahun sebelumnya tidak dirayakan. Dia memprediksi sebanyak 10 ribuan orang akan menghadiri acara tersebut.

” Tahun ini dengan dua tahun tidak dilaksanakan akan ada semacam euforia untuk pelaksanaan ini dan panitia menyampaikan prediksi sekitar 10 ribu orang yang akan datang,” ujar Muhammad Ali kepada Inpost di ruang kerjanya, Jum’at ( 25/3 ).

Melihat kemungkinan tersebut, Disparbud bersama Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat telah menggelar rapat bersama panitia pelaksana untuk penerapan protokol kesehatan.

Ali mengatakan, kendati pandemi kini sudah mengarah ke endemi, namun dari pihak Polres Bangka Barat tetap mewajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan.

” Prokes wajib dari Kabag Ops Polres Bangka Barat mengatakan ini wajib ada prokes, kalau tidak konsekuensinya akan terjadi pembubaran. Kita sekarang sudah mengarah ke endemi namun prokes harus tetap kita laksanakan karena kita masih di PPKM level 3,” ujar Ali.

Nantinya Satgas Covid akan mendirikan pos beberapa titik untuk mengecek vaksinasi pengunjung melalui aplikasi Peduli Lindungi. Hanya masyarakat yang telah divaksin dua dosis yang diizinkan masuk ke lokasi acara.

” Dan Polres Bangka Barat meminta panitia agar memasang baliho wajib vaksin kedua, kalau tidak vaksin kedua tidak boleh masuk. Akan ada pengecekan oleh Satgas,” cetusnya.

Menurut Ali, Pesta Adat Perang Ketupat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014 lalu.

Selain itu, event tahunan ini merupakan salah satu penunjang pariwisata di Bangka Barat. Karena itu lah Pemkab terus mendukung dan ikut memberikan kucuran dana untuk pelaksanaannya.

” Dari tahun ke tahun kami memfasilitasi Perang Ketupat ini dan terus meningkat. Tahun ini kurang dari Rp. 250 juta, kami fasilitasi untuk Perang Ketupat,” ungkap Ali. ( SK )