Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Cafe

oleh
Anggota Polsek Jebus saat mengevakuasi jenazah Jumianto yang ditemukan meninggal dunia di Cafe Dani, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kamis ( 24/3 ) kemarin.

BANGKA BARAT — Seorang pria paruh baya bernama Jumianto alias Yanto Pikul ( 60 ) ditemukan tidak bernyawa di Cafe Dani di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Kamis ( 24/3 ) kemarin siang.

Menurut Kepala Desa Kelabat, Chris Karyadi, Jumianto merupakan warga Desa Sinar Manik, Kecamatan Jebus ditemukan dalam kondisi mulut berbusa di kursi samping teras Cafe Dani dalam posisi tertelungkup.

Warga yang menemukan sempat mengira Yanto Pikul sedang tidur, apalagi pria itu memang sering berkunjung ke cafe. Namun setelah beberapa jam Jumianto tidak bangun – bangun, warga pun merasa ada yang tidak beres.

Selanjutnya hal itu dilaporkan kepada
Bhabinkamtibmas Polsek Jebus dan Babinsa Koramil Jebus Desa Kelabat.

” Bhabinkamtibmas bersama anggota Polsek Jebus, dan Tim Medis dari Puskesmas Desa Sekar Biru mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari warga, setelah itu jasadnya dibawa ke Puskesmas Desa Sekar Biru Kecamatan Parittiga,” jelas Chris Karyadi.

Mendapatkan laporan tersebut, anggota Polsek Jebus, Unit Intelkam dan Reskrim bergerak ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Selanjutnya diketahui jenazah Jumianto
pertama kali ditemukan oleh Rosminawati saat hendak membuka pintu cafe pukul 06.00 WIB.

Setelah melaksanakan olah TKP, mayat tersebut dibawa ke Puskesmas Sekar Biru menggunakan ambulans.

Kapolsek Jebus, Kompol Ghalih Widyo Nugroho membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia olah TKP berjalan aman, lancar dan terkendali.

” Dengan dilaksanakannya olah TKP oleh Personel Polsek Jebus serta visum oleh Tenaga Medis dari Puskesmas Sekar Biru terhadap mayat yang ditemukan di Cafe Dani Dusun Kelabat Darat, Desa Kelabat dapat diketahui penyebab kematian serta kemungkinan sudah berapa lama jenazah tersebut meninggal dunia. Tentang penemuan mayat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Ghalih.

Terpisah, dr. Putri Nabela dari Puskesmas Sekar Biru, Kecamatan Parittiga mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan luar saja terhadap mayat Jumianto.

Penyebab pasti kematian korban tidak dapat diketahui karena tidak dilakukan otopsi.

” Hasilnya itu baru curiga, untuk pastinya kita harus otopsi penyebab kematiannya. Kalau misalnya untuk tahu pastinya harus otopsi. Kalau hanya dari pemeriksaan luar kita tidak bisa menyimpulkan. Apa yang saya temui saja, jadi baru kemungkinan, bukan penyebab kematian pastinya,” ujar dr. Putri via telepon, Jum’at ( 25/3 ) pagi.

Menurut dr. Putri, kemungkinan penyebab kematian korban adalah akibat serangan jantung. Sedangkan kemungkinan lain seperti keracunan dan sebagainya tidak bisa diketahui karena pihaknya hanya melakukan pemeriksaan luar saja.

dr. Putri memperkirakan, Jumianto telah meninggal dunia selama 12 jam sampai jenazahnya ditemukan.

” Kemungkinannya karena serangan jantung. Indikasi lain tidak bisa diketahui karena harus otopsi. Udah dari 12 jam soalnya sudah mulai ada kaku mayat. Kita periksa luar aja tidak ada dilakukan pembedahan karena disini kan nggak ada dokter forensik. Jenazah sudah diambil keluarganya,” tutupnya. ( SK )