Rp 900 Juta Dianggarkan Untuk Perawatan SPAM Pongok

BANGKA SELATAN — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah mengangarkan sebesar Rp 900 juta untuk melakukan perawatan dan perbaikan dan Sistem Penyediaan Air Minum yang terletak di Desa Pongok, Kecamatan Kepulauan Pongok.

Kepala UPT PAM Kabupaten Bangka Selatan Yudi Siswanto mengatakan anggaran tersebut dipergunakan untuk melakukan perbaikan dan perawatan seperti mesin, pipa, mekanial, grond, sambungan pipa ke rumah dan lain-lainya.

“Anggaran APBD induk tapi di anggaran belanja penambahan (ABT_red) digeser nilainya di item – item pekerjaan untuk nyesuai kondisi lapangan, tanpa mengurangi anggaran, tanpa nambah anggaran karena tidak bisa nambah,” kata Yudi dikonfrimasi Kabarbangka.com, Minggu (5/9/21).

Dijelaskan Yudi, dari anggaran Rp 900 juta baru terpakai sekitar Rp 350 juta untuk perbaikan mekanikal elektrikal dam belanja water meter sambil nunggu pegeseran anggaran belanja penambahan. Dia menargetkan perbaikan SPAM di Desa Pongok itu akan selesai pada akhir 2020.

“Anggaran 900 juta itu dipecah beberapa item. Anggaran masuk nanti kalo sudah registrasi dan bertahap (perbaikan_red), mulai masang meter karena harus ada yang di modif jaringan di mesin dan dari bulan kemaren mau kesana kendala cuaca terus. Perbaikan SPAM itu dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Meski begitu, pihanya tetap begerak melakukan perbaikan jaringan pipa yang banyak pecah dan bocor di banyak titik. Selain itu, lanjut Yudi bahwa sementata ini masih uji coba sambil melalukan training pegawai yang buat di SPAM di Desa Pongok.

“Kami kawan – kawan PAM serius eksekusi perbaikan SPAM Pongok dari tim inti senior, bagian pendataan, operator, distribusi aktif semua, apalagi dapat dukungan penuh tahun ini dari pak Bupati dam bu Wabup, Bappeda, dinas, kecamatan Pongok dan kawan-kawan desa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Warga Desa Pongok, Kecamatan Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung kecewa dengan Sistem Penyediaan Air Minum yang terletak di Desa tersebut. Pasalnya, SPAM yang dibangun tahun 2016 hingga 2019 dirasakan warga setempat tidak memberikan asas manfaat.

Keluhan itu dirasakan Kamaludin Ico (52), perwakilan masyarakat Desa Pongok. Menurut dia, proyek pembangunan SPAM secara bertahap menggunakan anggraan APBD tersebut selama ini dinilai hanya membuang anggaran negara. Bahkan menurut dia, sudah banyak yang hilang seperti jaringan pipa dan meteran.

“Jadi awal pembangunanya pada tahun 2016, tahun 2017 lanjutan untuk pemanfaatan idle capacity SPAM dan tahun 2018 perluasan SPAM melalui pemanfaatan idle capacity dan sambungan rumah, lalu tahun 2019 peningkatan kapasitas SPAM,” katanya kepada Kabarbangka.com, Kamis (3/5/21).

Dia mengungkapkan, proyek pembangunan SPAM tersebut dinilanya terkesan asal-asalan. Hal itu dibuktikan dengan tidak mengalirnya air ke rumah warga yang bermukim di Dusun Pantai, Dusun Laut dan Dusun Air Keruis hingga harus membeli air bersih.

“Sampai hari ini tidak setetespun air yang mengalir, padahal anggaran telah dihabiskan dari awal pembangunan tahun 2016 hingga 2019 lebih kurang sepuluh miliar. Semoga proyek SPAM ini mendapat pengawasan dari pihak-pihak terkait,” tandas Kamaludin.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Erwin Asmadi mengatakan jika SPAM di Desa Pongok sejauh ini minim pengawasan. Pihaknya berjanji akan menjadwalkan untuk berkonsultasi ke pihak – pihak terkait.

“Akan kita konsultasikan ke Kejari Bangka Selatan ada tidak kerugian negara disini, jelas tidak punya azaz manfaatnya. In Sha Allah, akan saya telusuri dimana permasalahan sehingga masyarakat hanya menjadi korban yang semestinya harus bisa merasakan dengan adanya proyek ini,” janjinya.

Sementara, Kepala Desa Pongok, Abu Hasan dikonfrimasi sampai kini belum menjawab. Hingga berita ini diturunkan, Kabarbangka.com melalui pesan aplikasi WhatsApp hanya dibaca dan tidak dijawab. (Yusuf)