Syahrian Ditemukan Tewas Mengambang, Tidak Ada Luka Gigitan Hewan

oleh -54 Dilihat
Tim Gabungan mengevakuasi jenazah Syarian ( 43 ) yang tewas tenggelam di Sungai Sungkai, Dusun Air Mas, Desa Air Limau, Kecamatan Muntok, Rabu ( 23/2 ).

BANGKA BARAT — Syahrian ( 43 ), warga Dusun Sinar Mas, Desa Air Limau, Kecamatan Muntok yang tenggelam di Sungai Sungkai kemarin, akhirnya ditemukan Tim Gabungan dalam keadaan sudah meninggal dunia, Rabu ( 23/2 ).

Kasat Polairud Polres Bangka Barat, AKP Candra Wijaya mengatakan, jenazah Syahrian ditemukan sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian atau titik terjatuhnya korban pada Selasa kemarin.

Tim Gabungan bersama warga setempat mengevakuasi jenazah korban yang sudah terbawa arus ke laut tersebut menggunakan perahu nelayan.

” Jenazah dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga ke rumah duka. Atas permintaan pihak keluarga, tidak mau untuk dilakukan visum,” ujar Candra, Rabu ( 23/2 ) siang.

Menurut Candra, pencarian yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hari ini melibatkan Tim Gabungan yang terdiri dari personel Sat Polairud Polres Bangka Barat, personel KP. XXVII-2005 Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Basarnas Bangka Belitung, BPBD Bangka Barat serta masyarakat setempat.

” Korbannya dua orang. Hari ini Tim berhasil menemukan Syahrian, sedangkan korban lainnya bernama Bong Sak Jiuw, anak usia 11 tahun sudah lebih dulu ditemukan Selasa kemarin,” kata Candra.

Dantim Lapangan Unit Siaga SAR Muntok, Yuli menambahkan, jenazah Syahrian ditemukan sekira pukul 09.50 WIB dalam keadaan mengapung disaat tim sedang melakukan persiapan untuk menyelam.

” Jadi kami lagi siap – siap pakai perlengkapan, ada dua tabung sudah disiapkan. Tapi saat itu warga melihat korban ini sudah mengapung, jadi kami langsung bergegas melakukan evakuasi terhadap korban,” terang Yuli.

Saat ditemukan, baik jenazah Syahrian maupun Bong Sak Jiuw tidak terlihat bekas luka atau indikasi digigit hewan buas.

” Nggak ada luka, jadi badannya biasa tidak ada luka,” ujar Yuli.

Berdasarkan keterangan Syahrial ( 29 ), adik Syahrian, memang kakaknya itu sejak lima tahun terakhir sering mencari barang – barang bekas di pinggir Sungai Sungkai. Hal itu ia lakukan sejak istrinya menderita stroke.

” Sejak istrinya kena stroke dia emang biasa nyari botol sama tulang sotong sungai, sebelumnya dia kerja TI. Jadi setiap hari nyari botol buat dijual lagi buat sehari – hari lah,” beber Syahrial.

” Tadi juga saat ditemukan, saya sama warga lainnya yang ngangkat jenazah. Saat ini juga sudah di rumah duka, untuk segera dikebumikan,” sambungnya.

Di lain pihak, Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengatakan, penyebab kedua korban jatuh ke sungai diduga karena terpeleset dan terbawa arus.

“Kegiatan pencarian korban kemarin ada warga yang tenggelam jatuh ke sungai, diduga terpeleset untuk mencari sampah. Alhamdulillah dua – duanya sudah ditemukan, sekarang sudah di rumah duka,” ucap Agus. ( SK )