Tak Sesuai Standar K3, TI Selam Bisa Membahayakan Pekerja

oleh
Kondisi pesisir Pantai Lepar, Kecamatan Belinyu

BANGKA — Tambang Inkonvensional yang menggunakan penyelam untuk menambang timah, berterbaran di sekitar perairan Pantai Penusuk dan Pantai Lepar, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Aktivitas ini diketahui atas persetujuan masyarakat setempat, namun ada juga yang menyangkal bahwa aktivitas ini dibekingi oleh oknum-oknum tertentu.

Menurut informasi yang didapatkan hari ini, Rabu (23/12) siang, penambangan timah dengan Rajuk Selam ini sudah berjalan cukup lama.

Ip, salah satu warga Belinyu yang sering menyinggung hal ini membeberkan, aktivitas ini sudah berjalan kurang lebih satu bulan, dengan jumlah ponton hingga ratusan unit.

” Sudah ada sebulan lebih aktivitas itu, tapi sekarang lagi off kelihatannya,” ungkapnya, Rabu siang.

Menurutnya, aktivitas penambangan timah mengunakan Rajuk Selam itu diduga tanpa mengantongi izin alias ilegal. Sebab berdasarkan standar kelayakan operasi yang diizinkan pihak berwenang, aktivitas itu penambangan timah menggunakan Rajuk Selam itu juga dapat mengancam keselamatan pekerjanya, lantaran tidak memenuhi standar Kemanan Dan Keselamatan Kerja atau K3.

Namun kata Ip, aktivitas itu diduga adanya sistem koordinasi dengan oknum-oknum dari satuan dan organisasi tertentu.

” Banyak pengurusnya, ada 5 sampai 6 kubu, ada oknum anggota,” kata dia. (Randhu)

No More Posts Available.

No more pages to load.