Terkait Iuran Sampah, Kadis dan Kabid DLH Babar Saling Lempar

oleh
Salah satu tempat pembuangan sampah di Pasar Tradisional Kecamatan Muntok, Kamis ( 30/6 ) sore.

BANGKA BARAT — Kabar program sampah dijemput ke rumah dan dipungut iuran dari masyarakat di Kecamatan Muntok sudah berhembus sejak beberapa waktu lalu.

Namun sayangnya, sejumlah wartawan menemui kesulitan saat hendak mengkonfirmasi hal tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup Daerah ( DLHD ) Kabupaten Bangka Barat.

Kepala DLHD Bangka Barat, Ridwan saat dihubungi via WhatsApp, Kamis ( 30/6 ) mengaku sedang dinas di luar daerah dan sedang rapat. Ia menyarankan awak media untuk menemui Kabid Persampahan.

” Saya lagi rapat, tanya sama Kabid saya saja ya,” kata Ridwan via WhatsApp, Kamis ( 30/6 ).

Namun Kepala Bidang Persampahan, DLH Bangka Barat, Kosmaria saat ditemui wartawan juga mengelak untuk memberikan keterangan. Ia mengaku tidak berkompeten dan kembali mengarahkan wartawan kepada Kepala Dinas. Padahal chatting wartawan dengan Ridwan yang menyarankan untuk menemui Kabid sudah ditunjukkan kepadanya

” Pak Kadis sedang keluar, ke Pak Kadis saja ya, saya no comment. Kalau selain Kadis yang bisa bicara ada Sekretaris Dinas,” kata Kosmaria.

Setelah menemui jalan buntu di DLHD, wartawan pun menghubungi Bupati Bangka Barat, H. Sukirman. Orang nomor satu di Bumi Sejiran Setason ini sempat mempertanyakan kesibukan Kepala Dinas DLHD.

” Sibuk apa dia (Ridwan,-red),” ujar Sukirman via telepon.

Terkait program sampah dijemput ke rumah warga, Sukirman mengaku belum mengetahui karena belum mendapat laporan. Namun menurutnya iuran sampah bukan target untuk meningkatkan PAD.

” Saya belum dapat laporan. Sampah ini bukan target mencari PAD, tapi sudah kewajiban. Kalau sarana sudah memadai dan alat untuk jemput sudah ada, tidak masalah mau mungut retribusinya,” kata Sukirman. ( SK )