BABARHEADLINE

TPID Bangka Barat Sidak ke Pasar Tradisional dan Distributor

282
×

TPID Bangka Barat Sidak ke Pasar Tradisional dan Distributor

Sebarkan artikel ini
Foto: Dinas Kominfo

BANGKA BARAT – Menindaklanjuti arahan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi pada hari Selasa (22/7) yang lalu, Tim Pengendali Inflasi Daerah dan Satgas Pangan bersama Forkopimda kembali turun ke gudang sembako, distributor beras, serta toko retail modern dan tradisional.

Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk mengawasi pasokan, mutu dan keamanan komoditas beras terutama dalam menyikapi maraknya pemberitaan kasus beras oplosan yang beredar di media televisi maupun media sosial lainnya.

Sidak dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda bangka Barat, Heru Warsito, bersama Kasatreskrim Polres Bangka Barat, Kasidatun Kejari Bangka Barat, Danramil Mentok, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, perwakilan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan serta beberapa perwakilan dari OPD teknis lainnya.

TPID bersama Satgas Pangan langsung melakukan sidak ke beberapa titik yang menjadi tempat penyimpanan stok beras yang ada di Kecamatan Mentok.

“Benar, hari ini kami turun bersama Kasatreskrim, Kasidatun, Danramil Mentok dan beberapa perwakilan OPD untuk memastikan tidak ada kasus beras oplosan di Kabupaten Bangka Barat,” ungkap Heru kepada awak media.

“Selain itu, kami juga ingin memantau bahwa ketersediaan stok dan harga dalam kondisi aman,” tambahnya.

Dalam sidak pasar kali ini, TPID bersama Satgas Pangan dan Forkopimda meninjau gudang sembako milik Paulus (PO Gudang Sembako Paulus), Lovemart (perwakilan toko retail modern), toko sembako Apen (perwakilan toko retail tradisional) dan gudang sembako milik Tjhai Nam Lie.

Hasil sidak hari ini tidak ditemukan adanya merek beras yang diduga oplosan berdasarkan berita di media televisi maupun media sosial lainnya yang beredar.

Berdasarkan hasil pengecekan tim tera dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Bangka Barat menggunakan timbangan digital juga terpantau berat beras premium dan medium masih sesuai dengan yang tertera pada kemasan.

Selain pengecekan berat beras, dilakukan pula pengecekan keamanan pangan melalui pengujian rapid test kit Chlorine dan Timbal (Pb) terhadap 5 sampel beras medium dan premium oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Dari hasil pengujian tersebut diketahui kelima sampel aman dari cemaran Chlorine dan Timbal.

Hasil wawancara dengan para distributor dan pemilik retail, diketahui bahwa stok beras medium semakin menurun dikarenakan terus berkurangnya pasokan beras medium tersebut ke para distributor, adapun untuk stok beras premium diinformasikan aman.

Selain itu, harga beras premium dan medium terpantau tidak ada kenaikan jika dibandingkan pada hari-hari sebelumnya, hanya saja ada beberapa merk beras premium dengan harga di atas HET, begitu pula dengan beras medium.

Heru mengimbau agar masyarakat tidak perlu resah dengan adanya isu beras oplosan di sosial media, karena beras yang beredar saat ini di Kabupaten Bangka Barat tidak menunjukkan adanya indikasi beras oplosan.

Kasat Reskrim Kabupaten Bangka Barat, AKP Fajar Riansyah Pratama juga mengimbau kepada para pedagang dan pemilik gudang sembako untuk senantiasa menjaga kualitas, mutu, ukuran beras yang dijual kepada masyarakat.

Sementara Kasi Datun Kejari Bangka Barat, berharap melalui kegiatan sidak hari ini dapat mengantisipasi tindak pidana terkait beras oplosan di Kabupaten Bangka Barat. (*)

Sumber: Dinas Kominifo