BABARHEADLINE

Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan

146
×

Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat menggelar Focus Group Discussion Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi KeagamaanTahun 2025 di Aula Kemenag Babar, Senin (30/6/2025).

Mengusung tema Meneguhkan Kebersamaan Dan Kerukunan Ummat di Tengah Keberagaman, kegiatan dibuka oleh Kasi Bimas Islam, Syafrian Isbihani.

FGD tersebut digelar untuk berbagi informasi dan sharing terkait konflik apa saja yang pernah terjadi di tanah air, terutama di wilayah Bangka Belitung serta bagaimana penyelesaiannya?

Kepala Kemenag Babar, Jumadi, mengucapkan terimakasih serta menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan FGD tersebut.

Menurut Jumadi, Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat melakukan kegiatan Focus Group Discussion tentang penguatan deteksi dini konflik sosial yang berdimensi keagamaan, khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah hadir, ikut bersama-sama pada kegiatan ini dari MUI, NU, Muhammadiyah, Kawan-kawan dari Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam, Media dan Organisasi Islam yang lainnya,” ungkapnya.

Jumadi juga berharap dengan adanya pertemuan yang dilakukan kedepan akan menjalin komunikasi positif, sehingga meminimalisir potensi konflik.

“Kita memiliki niat yang sama yaitu memberikan informasi, mensosialisasi kepada masyarakatkegiatan-kegiatan yang dianggap bakal menimbulkan potensi konflik, ini harus kita atasi bersama-sama,” harapnya.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita harus melibatkan semua unsur, sehingga ke depan kita berharap khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Barat tidak pernah terjadi semacam konflik yang mengatasnamakan agama, mengatasnamakan suku, mengatasnamakan organisasi atau kelompok lainnya,” katanya.

Masih kata Jumadi, kondisi masyarakat yang multi agama dan multi suku diharapkan akan tetap aman tanpa ada gesekan-gesekan yang dibuat oleh masyarakat atau kelompok yang tidak bertanggung jawab.

“Mengharapkan kegiatan ini terus berlanjut. Kita lakukan, kita berikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga provokasi-provokasi yang tidak bertanggung jawab oleh kelompok-kelompok tidak terjadi di wilayah kita khususnya di Kabupaten Bangka Barat,” pungkasnya. (kabarbangka.com)