JAKARTA – Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus diperkuat.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan tekad tersebut saat melakukan audiensi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Suyudi Ario Seto di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Hidayat Arsani hadir didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Babel, sejumlah pejabat terkait, serta Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Eko Kristianto beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Hidayat Arsani memaparkan kondisi terkini peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Babel, termasuk berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan secara kolaboratif oleh BNN dan aparat kepolisian, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Sebagai langkah strategis dan berorientasi kemanusiaan, Hidayat mengusulkan pendirian rumah sakit khusus rehabilitasi pengguna narkoba di Bumi Serumpun Sebalai. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pemulihan terpadu bagi para penyalahguna narkoba.
“Semoga rencana pengalihan gedung ini dapat disetujui DPRD, sehingga kita bisa bersama-sama merealisasikan rumah sakit rehabilitasi narkoba di Bangka Belitung,” harapnya.
Hidayat menegaskan, keberadaan rumah sakit rehabilitasi tersebut bukan hanya sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai ikon kemanusiaan dan wujud nyata kehadiran negara dalam memulihkan generasi bangsa dari jerat narkoba.
“Narkoba adalah musuh besar negara. Ini bukan lagi soal kepedulian, tetapi kewajiban kita bersama untuk bangsa dan negara. Pemerintah daerah akan berusaha maksimal,” tegasnya.
Dukungan konkret terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) juga diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Babel.
Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto.
Ia menjelaskan, melalui tim terpadu P4GN, pemerintah kabupaten/kota didorong untuk mengoptimalkan penganggaran dan perencanaan program, sehingga seluruh inisiatif BNN dapat dijalankan secara efektif dan berkelanjutan.
“Bangka Belitung bersih dan anti narkoba harus diwujudkan melalui koordinasi yang kuat. Semua program BNN akan kita integrasikan dalam pelaksanaan tim terpadu,” ujarnya.
Sementara Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menyambut positif gagasan dan komitmen yang disampaikan Hidayat Arsani, termasuk rencana pendirian rumah sakit rehabilitasi narkoba di Babel.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas berbagai inisiatif dan perhatian serius terhadap penanganan narkoba di Bangka Belitung. Ini sangat mendukung tugas BNN dalam memberantas dan memulihkan para pengguna,” katanya.
Suyudi juga menyoroti posisi strategis Bangka Belitung sebagai jalur lintas Sumatera, Jawa, dan Kalimantan yang kerap dimanfaatkan jaringan sindikat narkoba.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan Babel sebagai wilayah yang berpotensi dan memerlukan perhatian khusus.
“Ini ancaman nyata. BNN juga telah melakukan penangkapan terhadap beberapa jaringan sindikat narkoba tersebut,” jelasnya.
Dengan sinergi antara pusat dan daerah yang semakin kuat, Pemprov Babel optimistis upaya pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi narkoba dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan Bangka Belitung yang bersih, sehat, dan berdaya saing. (*)
Gubernur Dorong Rumah Sakit Rehabilitasi Pengguna Narkoba






