HEADLINEPEMKOT

Timedoor Academy Cabang Kota Pangkalpinang Resmi Dibuka

×

Timedoor Academy Cabang Kota Pangkalpinang Resmi Dibuka

Sebarkan artikel ini
Pemotongan nasi tumpeng peresmian Timedoor Academy Pangkalpinang, Sabtu (4/7).

PANGKALPINANG – Dunia pendidikan teknologi di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memasuki babak baru.

Timedoor Academy resmi membuka cabang pertamanya di Pangkalpinang dengan menghadirkan program kursus coding dan Artificial Intelligence (AI) khusus bagi anak-anak.

Peresmian ditandai dengan prosesi pengguntingan pita dan pemotongan nasi tumpeng di Jalan KH Abdul Hamid, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, bersama sejumlah tamu undangan.

Owner Timedoor Academy Pangkalpinang, Yuni, mengatakan kehadiran lembaga tersebut menjadi yang pertama di Pangkalpinang yang secara khusus menyediakan kursus coding dan AI bagi anak-anak.

“Timedoor Academy merupakan kursus coding dan AI pertama di Pangkalpinang. Program ini memang dirancang khusus untuk anak-anak agar mereka mengenal teknologi sejak usia dini,” kata Yuni.

Ia menjelaskan, pembelajaran dimulai dari usia 5 tahun melalui kelas Junior Coding, kemudian berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi seperti pembuatan game, web design, hingga materi yang lebih advance sesuai perkembangan usia peserta.

Menurutnya, kurikulum disusun berdasarkan kemampuan kognitif anak sehingga proses belajar dilakukan secara bertahap mengikuti usia dan kemampuan masing-masing.

“Kami menyesuaikan materi dengan usia anak. Setelah beberapa tahun mengikuti pembelajaran, mereka bisa naik ke level yang lebih tinggi sesuai kemampuan,” ujarnya.

Yuni menambahkan, sistem pembelajaran tersedia dalam beberapa pilihan paket, mulai dari harian, tiga bulan, enam bulan hingga satu tahun.

Untuk biaya, program berbahasa Indonesia dibanderol sekitar Rp7 juta per tahun, sedangkan kelas berbahasa Inggris sekitar Rp12 juta per tahun.

Ia menegaskan konsep belajar di Timedoor Academy dibuat menyenangkan agar anak-anak lebih mudah memahami materi teknologi.

“Kami mengusung konsep learning is fun. Anak-anak belajar sambil bermain sehingga lebih mudah memahami coding maupun AI,” jelasnya.

Sementara CEO Timedoor Academy, Yutaka Tokunaga, mengungkapkan Timedoor Academy kini telah memiliki lebih dari 70 cabang di Indonesia.

Tidak hanya berkembang di dalam negeri, lembaga pendidikan teknologi tersebut juga telah membuka cabang di Filipina, Malaysia hingga Mesir.

“Kami sudah memiliki lebih dari 70 cabang di Indonesia, bahkan sudah hadir di Filipina, Malaysia, sampai Mesir,” katanya.

Menurut Yutaka, kebutuhan terhadap kemampuan teknologi akan terus meningkat seiring pesatnya perkembangan industri digital dunia.

Ia menilai kemampuan coding, AI, semikonduktor, kendaraan listrik hingga teknologi masa depan lainnya akan menjadi bekal penting bagi generasi muda.

“Sekarang hampir semua industri berbasis teknologi. Kalau anak-anak tidak menguasai teknologi sejak dini, mereka akan kesulitan bersaing di dunia kerja masa depan,” ujarnya.

Belajar Coding Lewat Game

Yutaka mengungkapkan sebagian besar anak tertarik belajar coding karena menyukai permainan digital.

Minat tersebut kemudian diarahkan menjadi aktivitas yang lebih produktif dengan mengajarkan mereka membuat game sendiri menggunakan bahasa pemrograman.

“Anak-anak datang karena suka bermain game. Kami mengajak mereka bukan hanya bermain, tetapi belajar membuat game sendiri melalui coding. Dengan cara itu mereka lebih semangat belajar,” katanya.

Ia menambahkan, kurikulum Timedoor Academy mengadopsi standar internasional yang terinspirasi dari Jepang dan Inggris, namun seluruh materi disusun oleh tim pengembang dari Indonesia agar tetap sesuai dengan kebutuhan peserta didik di Tanah Air.

Yutaka mengaku bangga akhirnya Timedoor Academy dapat hadir di Pangkalpinang setelah sebelumnya berkembang di sejumlah kota besar di Indonesia.

“Kami sangat senang bisa membawa pendidikan teknologi untuk anak-anak hingga ke Pangkalpinang. Harapannya semakin banyak anak yang siap menghadapi dunia digital di masa depan,” tutupnya. (IP)

Tinggalkan Balasan