Bagi Perusak Tahura Menumbing, Ancaman Hukumannya Sangat Berat

oleh
Dirjen Penegakan Hukum LHK, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rasio Ridhosani saat menghadiri pelepasliaran satwa endemik Bangka di kaki Bukit Menumbing, Muntok, Sabtu ( 4/9 ).

BANGKA BARAT — Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan mewanti – wanti, jangan coba – coba melakukan perusakan di Taman Hutan Raya Menumbing, karena sekarang ancaman hukumannya sangat berat.

Bahkan Rasio Ridhosani, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menegaskan, ia akan terjun langsung bila mendapatkan laporan terkait perusakan tersebut.

” Saya sudah bicara sama Pak Ridwan ( Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangka Barat ), sampaikan kepada kami Pak, saya akan turun langsung. Kenapa? Karena hutan ini paling bersejarah bagi republik ini. Para pendiri bangsa pernah diasingkan disini. Jadi kita tidak boleh merusak yang masih tersisa ini,” cetus Rasio Ridhosani pada acara pelepasliaran elang dan musang di kaki Bukit Tahura Menumbing, Sabtu ( 4/9 ).

Menurut dia, di Kabupaten Bangka Barat tidak ada lagi virgin forest atau hutan perawan yang masih tersisa, kecuali di Menumbing.

Bahkan menurut Rasio, mungkin masih ada pohon pertama di Pulau Bangka yang tumbuh di Menumbing. Karena itu sudah sepantasnya bila aset berharga itu dijaga dan dilestarikan.

” Kalau kita jalan seluruh Bangka Barat ini, tidak ada lagi hutan selebat ini. Jadi kalau masyarakat Bangka Barat tidak menjaganya, ini sangat menyedihkan,” tukas Rasio.

Disamping itu, Bukit Menumbing dengan hutannya merupakan sumber air bersih bagi masyarakat Muntok dan sekitarnya. Tidak mungkin mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, bila hutannya rusak.

” Bagaimana kita bisa menyediakan air yang akan diminum oleh masyarakat kota Muntok dan sekitarnya kalau Menumbing ini kita rusak. Jadi kita harus menjaga Menumbing ini,” katanya.

” Saya hadir ini untuk mengingatkan kita semua. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung acara ini. Bangka itu dimulai dari Muntok, upaya konservasi kelestarian lingkungan kita harus mulai juga dari Muntok. Pak Kapolres kami harapkan kita bersama – sama Pak,” sambung Rasio. ( SK )