PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat upaya pencegahan paham radikalisme, ekstremisme dan terorisme dengan menggandeng Satuan Tugas Antiteror Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri Wilayah Bangka Belitung.
Hal ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pangkalpinang, Akhmad Subekti, usai mengikuti Zoom Meeting sosialisasi wawasan kebangsaan bertajuk Pencegahan Paham Intoleransi, yang dihadiri peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang akan digelar pada 23 Juli mendatang.
“Tadi disampaikan langsung oleh KSATGAS Densus 88 mengenai pentingnya kita mewaspadai paham radikalisme, ekstremisme, dan terorisme atau disingkat RET,” ungkapnya.
Akhmad Subekti menjelaskan, bahwa peserta yang hadir tidak hanya dari peserta dan dewan hakim MTQ, tetapi juga pengurus Masjid Agung Kabupaten yang sering menggelar kegiatan keislaman, termasuk Ikatan Remaja Masjid yang aktif di masyarakat.
“Walaupun Pangkalpinang masih relatif aman dan damai, kita tetap harus waspada. Dengan sosialisasi ini, kita jadi tahu bagaimana mengenali potensi bahaya RET, terutama di media sosial yang kerap jadi pintu masuk paham-paham tersebut,” tuturnya.
Subekti juga mengingatkan para peserta untuk menyampaikan materi yang diterima kepada teman-teman mereka, terutama peserta MTQ yang masih duduk di bangku SMA.
Harapannya, mereka bisa menjaga diri sekaligus mengedukasi lingkungan sekitarnya agar tidak terpengaruh konten-konten negatif di media sosial.
“Tadi juga disampaikan, ternyata akun-akun yang mengangkat konten radikal dan teror lebih banyak jumlahnya. Jadi perlu lebih bijak dan selektif dalam menggunakan media sosial,” tambahnya.
Saat ditanya soal program lanjutan, Subekti mengatakan kegiatan edukasi ini merupakan inisiasi dari Densus 88, namun pihaknya akan terus mendorong perluasan audiens, termasuk menyasar sekolah-sekolah.
Terkait komitmen Pemkot Pangkalpinang dalam pencegahan RET, Subekti menegaskan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan sekarang semakin mudah karena sudah ada koordinator wilayah Densus 88 di Babel.
“Kami berharap komunikasi ini bisa lebih cepat dan responsif untuk mengantisipasi bila ada potensi ancaman atau hal-hal yang mencurigakan,” pungkasnya. (inpost.id)
Densus 88 Gelar Wawasan Kebangsaan Pencegahan Paham Intolereansi, Ekstrimisme dan Terorisme






