BANGKA SELATANHEADLINE

Gotong Royong Menguatkan Integrasi Sosial

146
×

Gotong Royong Menguatkan Integrasi Sosial

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, melaksanakan gerakan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2023 di wilayah Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan pada Jumat (10/11/23).

Gerakan BBGRM tersebut diharapkan bukan hanya formalitas, namun benar-benar dapat menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama bergotong-royong mendukung pembangunan di Bumi Junjung Besaoh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bangka Selatan, Reza Pahlevi melalui Bidang Pemberdayaan Desa, Firman mengatakan, kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan.

“Dan kegotongroyongan menuju penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong dan pelaksanaan pembangunan serta pemeliharaan hasil-hasil pembangunan,” ujarnya kepada Mediaqu, Senin (13/11/23).

Tujuan dari pelaksanaan ini adalah menjaga dan melestarikan budaya gotong royong sebagai budaya asli bangsa Indonesia, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, meningkatkan kemitraan antara masyarakat.

“Dan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dan meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan,” kata Firman.

Menurut dia, bahwa gotong royong harus dimaknai bukan hanya sebagai slogan ataupun sebatas kata-kata, namun harus aktualisasikan, harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, harus diwujudkan dalam sebuah tindakan yang nyata.

“Saat ini tidaklah mudah untuk menjalankan semangat gotong royong ditengah tengah kecendrungan berkehidupan sekarang yang semakin individualistis dan cenderung kompetitif dan masih banyak yang suka kerja sendiri sendiri dibandingkan kerja bersama sama,” terangnya.

Firman berharap kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat kabupaten Bangka Selatan, agar semangat gotong royong tetap terjaga di tengah tengah masyarakat dan masyarakat luas akan terus dapat merasa memiliki, bertanggungjawab, serta melestarikan semangat gotong-royong.

“Sehingga pembangunan yang dilaksanakan adalah benar-benar pembangunan yang berasal dari masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat, serta bermanfaat luas untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat,” harapnya. (Yusuf)


Sumber: mediaqu.id / cmnnews.id