BANGKA TENGAH – Kediaman Tasmin Tansil alias Koh Asan di Koba didatangi sejumlah warga yang disebut berasal dari Desa Guntung. Peristiwa tersebut kini mendapat perhatian setelah keluarga Tasmin mengaku merasa takut dan terintimidasi.
Kepala Desa Guntung, Memet Kartawinata, mengakui telah mengetahui adanya warga desanya yang mendatangi rumah Tasmin Tansil. Namun, ia belum dapat memastikan jumlah warga maupun kronologi lengkap terkait kedatangan tersebut.
“Ya, saya mengetahui adanya warga yang datang ke rumah Tasmin Tansil. Namun, terkait jumlah orang dan kronologi lengkapnya, saya masih perlu memastikan informasi tersebut,” ujar Memet, Selasa (8/9/26).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Guntung telah mengetahui adanya peristiwa tersebut. Meski demikian, Memet menegaskan pihaknya masih perlu menggali informasi dari warga yang bersangkutan untuk memastikan duduk persoalan sebenarnya.
Ia juga menyayangkan apabila kedatangan sejumlah warga tersebut benar membuat keluarga Tasmin merasa takut atau terintimidasi.
“Kalau memang kedatangan tersebut membuat keluarga merasa takut atau terintimidasi, tentu saya sangat menyayangkan. Saya mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat meresahkan masyarakat dan setiap persoalan sebaiknya diselesaikan secara baik-baik,” katanya.
Memet memastikan pihak desa akan segera melakukan klarifikasi terhadap warga yang disebut terlibat. Pemerintah desa juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi konflik antarwarga.
“Kami akan melakukan klarifikasi kepada warga yang bersangkutan untuk mengetahui persoalan sebenarnya. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar masalah ini tidak semakin melebar dan tidak menimbulkan konflik antarwarga,” tegasnya. (IP)







