PANGKALPINANG – Meskipun tidak banyak, namun kasus bullying masih ada terjadi di sejumlah sekolah di Kota Pangkalpinang.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mengungkapkan, kasus bullying yang terjadi di sekolah ini seperti gunung es. Karena tidak selalu kelihatan, tapi ternyata masih ada.
“Ini kami selalu tabayun dengan pihak sekolah atau yang jadi korban. Karena persepsi orang beda-beda. Terkadang mungkin dari orang tuanya seperti ini, ternyata tidak seperti itu,” ungkapnya. di Balai Besar Betason Kantor Wali Kota, Senin (26/1/2026).
Lebih lanjut Dessy menuturkan, langkah pertama memang perlu dilakukan cek and recheck, apakah benar dan apakah penyebabnya? Tindakan apa yang sudah dilakukan oleh sekolah, oleh dinas pendidikan?
“Jadi memang harus koordinasi dan kolaborasi setiap pihak yang terkait. Untuk bullying sendiri, ada beberapa penggiat atau yang fokus kepada kasus-kasus bullying. Nah, mereka melaporkan kepada kami juga mengenai kasus-kasus bullying itu,” tuturnya.
Dessy melanjutkan, kasus bullying di sekolah harus jadi konsen, karena efeknya tidak hanya sekarang saja.
Menurut Dessy, kalau bullying atau kekerasan mengenai fisik, luka bisa diobati. Tetapi trauma yang mereka alami, anak-anak alami itu mungkin sampai tua.
“Kita tahu beberapa kasus dan permasalahan-permasalahan hidup orang-orang dewasa, itu diakibatkan karena psikologinya terganggu, karena trauma yang dialami di masa kecil. Jadi ini kami meminta sangat konsen dan dapat dicegah oleh Dinas Pendidikan,” jelasnya.
“Tadi saya suruh pantau kasus-kasus, sehingga kita bisa cegah atau kita bisa atasi ini bagaimana harusnya,” imbuhnya. (IP)







