BANGKA TENGAH – Bukan suasana biasa yang dirasakan keluarga Tasmin Tansil alias Koh Asan pada Jumat (4/9/2026) siang lalu.
Kediaman mereka di Koba tiba-tiba didatangi puluhan orang. Teriakan dan makian yang disebut terdengar dari rombongan membuat suasana rumah berubah tegang dan keluarga mengaku ketakutan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Sekitar 30 orang disebut datang menggunakan dua kendaraan jenis pikap dan mendatangi kediaman Tasmin.
Bagi keluarga, kedatangan rombongan dalam jumlah besar ke rumah pribadi tersebut bukan persoalan sepele.
Mereka mengaku merasa tertekan dan kehilangan rasa aman di tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi keluarga.
Situasi semakin membuat keluarga cemas setelah muncul informasi mengenai dugaan adanya sejumlah orang yang membawa senjata tajam dan kayu ketika berada di lokasi.
Informasi tersebut belum dipastikan kebenarannya dan kini diserahkan kepada kepolisian untuk didalami.
Kekhawatiran keluarga pun tidak berhenti setelah rombongan meninggalkan lokasi.
Mereka masih dihantui rasa takut akan kemungkinan kedatangan serupa kembali terjadi.
Atas peristiwa tersebut, keluarga Tasmin akhirnya memilih menempuh jalur hukum.
Kuasa hukum mereka, Jhohan Adhi Ferdian, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangka Tengah pada Senin (7/9/2026).
Jhohan menegaskan bahwa kliennya merupakan warga biasa dan tidak sedang menduduki jabatan publik maupun pemerintahan.
“Klien kami adalah warga masyarakat biasa dan tidak sedang menduduki jabatan publik maupun jabatan pemerintahan manapun,” ujar Jhohan saat ditemui di Mapolres Bangka Tengah, Senin (7/9/2026).
Menurut Jhohan, kedatangan puluhan orang ke rumah pribadi dengan situasi yang disebut diwarnai teriakan dan makian telah menimbulkan tekanan terhadap keluarga.
Meski sejauh informasi yang diterima tidak terjadi kekerasan fisik, kata dia, kondisi tersebut sudah cukup membuat keluarga merasa terancam dan khawatir terhadap keselamatan mereka.
Jhohan menyebut seluruh informasi, bukti dan keterangan saksi yang diperoleh pihak keluarga telah disampaikan kepada kepolisian.
Termasuk informasi mengenai dugaan adanya orang yang membawa senjata tajam dan kayu.
Selain itu, berdasarkan keterangan dan bukti yang dihimpun keluarga, pengerahan massa tersebut diduga berkaitan dengan seseorang berinisial MAS yang disebut-sebut merupakan warga Desa Guntung.
Namun, dugaan keterkaitan tersebut masih harus dibuktikan. Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses pendalaman dan pembuktian kepada aparat penegak hukum.
Jhohan berharap kepolisian tidak hanya menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan objektif, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek keamanan keluarga Tasmin.
Sebab, bagi keluarga Tasmin, persoalannya bukan semata tentang puluhan orang yang datang ke rumah.
Yang tersisa setelah peristiwa itu adalah rasa takut, ketakutan bahwa rumah mereka kembali didatangi dan situasi yang sama terulang.
Kini keluarga memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada jalur hukum.
Mereka berharap setiap pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan. (IP)







