PANGKALPINANG – Sebanyak 400 nelayan di Kota Pangkalpinang mengadukan persoalan sulitnya mendapatkan BBM subsidi kepada DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (3/11/2026).
Akibat persoalan tersebut, para nelayan mengaku sudah hampir 21 hari tidak dapat melaut lantaran kesulitan memperoleh BBM subsidi, baik jenis solar maupun pertalite.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi para nelayan dan melakukan pendataan terhadap kebutuhan BBM yang belum terpenuhi.
”Setelah kita data, ternyata kekurangan mereka yang sudah ada itu 300.000 liter. Kekurangan untuk 400 nelayan ini sebanyak 120.000 liter, artinya totalnya 420.000 liter termasuk pertalite,” ungkap Didit.
Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Didit mengaku langsung berkomunikasi dengan Penanggung Jawab Pertamina wilayah Bangka Belitung, Wicaksono.
Dari komunikasi tersebut, Pertamina disebut telah menyetujui penyaluran tambahan BBM untuk memenuhi kekurangan kebutuhan 400 nelayan di Pangkalpinang sebanyak 120.000 liter.
”Alhamdulillah sudah ada solusi. Pertamina akan menyalurkan kekurangan BBM untuk 400 nelayan Pangkalpinang itu, dengan catatan Dinas Kelautan Kota Pangkalpinang segera menyelesaikan administrasinya,” jelasnya.
Didit menegaskan DPRD Babel akan mengawasi proses penyelesaian administrasi hingga penyaluran BBM tersebut benar-benar terealisasi.
Sementara itu, mekanisme dan subpenyalur BBM nantinya akan dikoordinasikan Dinas Kelautan Pangkalpinang bersama Pertamina.
Selain menyelesaikan persoalan nelayan Pangkalpinang, DPRD Babel juga menjadwalkan pertemuan dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada Rabu (4/11/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi, baik solar maupun pertalite, untuk masyarakat yang berhak di seluruh wilayah Bangka Belitung, termasuk nelayan.
”Besok pagi kita sudah membuat jadwal dengan BPH Migas untuk mengusulkan penambahan BBM subsidi, baik solar maupun pertalite se-Bangka Belitung, termasuk nelayan. Mudah-mudahan niat baik ini bisa menjadi kenyataan, sehingga pada 2027 nelayan benar-benar mendapatkan BBM subsidi,” pungkasnya. (IP)
Nelayan Pangkalpinang Ngadu 21 Hari Tak Melaut







