Pasien DBD Sulit Mendapatkan Darah, Ini Penyebabnya

Ketua PMI Bangka Barat, dr. Hendra.

BANGKA BARAT — Mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bangka Barat diperparah dengan sulitnya mendapatkan darah bagi pasien yang membutuhkan tranfusi.

Kesulitan mendapatkan darah tersebut diakui Ketua PMI Bangka Barat, dr. Hendra. Menurut dia, kebutuhan darah bagi pasien DBD berbeda dengan pasien penyakit lainnya.

Hendra menjelaskan, pasien DBD harus ditransfusi dengan darah segar yang diambil dari pendonor dalam jangka waktu dibawah delapan jam. Mereka tidak bisa diberikan darah dari stok yang ada di PMI.

” Jadi begitu ada kasus memang harus dicari yang baru, karena trombosit itu waktunya tidak bisa lama bertahan. Jadi ini keunikan kasus DBD, nggak bisa pakai darah yang kita simpan di bank darah,” tutur dr. Hendra saat ditemui di Kantor Kejari, Selasa ( 18/1 ).

Hal tersebut menjadi penyebab sulitnya mendapatkan darah untuk pasien DBD dari para pendonor. Hendra menepis anggapan kalau PMI selalu tidak mempunyai stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

” Memang kesannya setiap kali ada kasus, kok gak ada stok. Nah ini yang perlu diketahui masyarakat, karena darah yang digunakan untuk DBD itu harus donor darah baru,” katanya.

Karena itu PMI berupaya mencari solusi dengan cara mendata golongan darah para PNS maupun PHL di Kabupaten Bangka Barat.

Tujuannya untuk mempercepat penanganan bagi pasien DBD yang membutuhkan darah. Hendra berencana bertemu Bupati guna mendiskusikan hal tersebut. Dengan adanya pendataan, PNS atau PHL bisa langsung dihubungi bila ada pasien DBD yang membutuhkan darah.

” Mudah – mudahan dengan pendataan ini mereka juga tergerak untuk membantu masyarakat yang butuh trombosit, serta mau donor darah, sehingga mencukupi darah trombosit untuk DBD. Untuk masyarakat nanti juga mungkin dari RT/RW ada data warga golongan darah juga bagus,” ujarnya.

Hendra menambahkan, saat ini bank darah PMI Bangka Barat memiliki darah A sebanyak 1 kantong, darah O sebanyak 5 kantong dan AB sebanyak 3 kantong. ( SK )