PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mencatat perkembangan inflasi yang masih terkendali hingga Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah melalui zoom meeting bersama Kementerian Dalam Negeri RI, Senin (13/4/2026).
“Perkembangan inflasi di Kota Pangkalpinang hingga posisi Maret 2026 (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 1,41 persen, berada pada level rendah dan terkendali, serta masih di bawah rentang sasaran inflasi nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tekanan inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,17 persen, serta kenaikan tarif angkutan udara akibat meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Selain itu, sejumlah komoditas pangan turut menjadi penyumbang inflasi, seperti daging ayam ras, sayuran bayam, serta produk perikanan seperti cumi-cumi dan udang. Sementara dari sektor non pangan, kenaikan harga emas perhiasan juga memberikan kontribusi terhadap inflasi.
“Komoditas pangan seperti daging ayam ras, bayam, dan hasil perikanan menjadi penyumbang inflasi, sementara dari non pangan dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan,” katanya.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah juga diminta untuk lebih intensif melakukan pengendalian harga pada sejumlah komoditas utama seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam.
Sebagai tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan berpedoman pada roadmap pengendalian inflasi 2025–2027 melalui strategi 4K.
“Pemerintah kota Pangkalpinang akan memaksimalkan peran TPID berpedoman pada road map pengendalian inflasi 2025–2027 melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan bahan pangan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah konkret yang telah dilakukan antara lain melalui gerakan pangan murah dan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.
“Misalnya gerakan pangan murah dan operasi pasar yang kita laksanakan Jumat kemarin,” tutupnya. (IP)
Pemkot Perkuat Strategi 4K






