Peringatan 22 Perawat Australia di Pantai Radji Diwakili Kedubes

oleh -32 Dilihat
Kepala Museum Timah Muntok, Fachrizal, Dubes Australia, Penny Williams dan Kadisparbud Bangka Barat, Muhammad Ali di monumen Perang Dunia ke - II di Pantai Radji Muntok, Rabu ( 15/2 ) siang.

BANGKA BARAT — Warga negara Australia kembali mengunjungi Pantai Radji di Kelurahan Menjelang, Kecamatan Muntok, untuk memperingati peristiwa penembakan 22 perawat angkatan daratnya oleh tentara Jepang pada Perang Dunia ke – II, 16 Februari 1942 silam.

Acara Commemorative Service digelar di monumen Pantai Radji pada Selasa ( 15/2/2022 ) siang.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams hadir dalam acara tersebut, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Muhammad Ali dan Kepala Museum Timah, Fachrizal serta PMI Bangka Barat.

Pada peringatan yang ke – 80 tahun ini pihak Australia hanya mengirimkan perwakilan dari Kedutaan Besarnya saja, sedangkan pihak keluarga dari para perawat yang terbunuh di Pantai Radji tidak hadir.

Menurut Penny, dirinya merasa senang bisa hadir langsung ke Muntok untuk acara ini, sebab tahun lalu pihaknya hanya bisa melakukan peringatan secara virtual akibat pandemi Covid – 19 yang masih mewabah. Ia berharap tahun depan akan banyak lagi warga Australia yang datang berkunjung ke Muntok.

Penny Williams mengatakan, Commemorative Service di Pantai Radji memiliki arti sangat penting bagi seluruh warga Australia, dimana pada 80 tahun silam, 21 dari 22 orang perawat Negeri Kanguru ini meninggal dunia akibat diberondong tembakan tentara Jepang. Hanya satu perawat bernama Vivian Bulwinkell yang selamat dalam tragedi tersebut.

” Ini sangat penting untuk orang Australia dan ini juga menyoroti peran perempuan dalam sejarah Australia dan dalam sejarah Australia – Indonesia dan kadang – kadang terlupa ada peran penting yang dimainkan oleh perempuan juga,” ujar Penny Williams.

Penny tidak mempersoalkan sulitnya akses jalan menuju Pantai Radji. Menurut dia, keadaan jalan seperti itu malah mengingatkan dirinya bagaimana beratnya perjuangan para perawat dan beberapa tentara Inggris yang berjalan kaki menuju Muntok ketika itu setelah Kapal SS Vyner Brooke yang mereka tumpangi tenggelam di bom Jepang.

” Sebenarnya itu saya tentang keadaan waktu itu, susah, mereka harus jalan kaki sampai Muntok dan keadaannya begitu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Muhammad Ali mengaku bangga dengan adanya kunjungan Kedubes Australia pada peringatan Perang Dunia ke – II ke – 80 di Pantai Radji.

” Sangat istimewa, sebenarnya rencananya kegiatan ini akan ramai dan cukup besar, cuma setelah dekat dan sampai waktunya ternyata gelombang Omicron semakin tinggi, sehingga yang datang yang lingkupnya yang ada di Indonesia, ini yang datang perwakilan Australia, Selandia Baru dan Inggris,” kata Ali.

Selain Penny Williams, hadir pula Second Secretary, Thomas Edward Pearce, Kepala Staff Pertahanan Kedubes Australia, Brigadier Matthew Stuart Campbell, Asisten Atase Pertahanan Kedubes Australia, Lieutenant Colonel Jonathan Bede Larnach-Jones, Atase Pertahanan Kedubes Kerajaan Inggris, Colonel Paul Reynolds dan istrinya Sarah Louise Frankland, Atase Pertahanan Kedubes Selandia Baru, Colonel Grant John Morris dan istrinya, Kathleen Laura Morris. ( SK )