Usai Resmikan Tata Pamer Menumbing, Mensos Risma Kasih Masukan

Mensos Risma saat meninjau Tata Pamer Bangunan Cagar Budaya Nasional Pesanggrahan Menumbing, di Bukit Menumbing, Kecamatan Muntok, Minggu ( 19/12 ) siang.

BANGKA BARAT — Ditandai dengan pengguntingan pita, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini meresmikan Tata Pamer Bangunan Cagar Budaya Nasional Pesanggrahan Menumbing, di Bukit Menumbing, Kecamatan Muntok, Minggu ( 19/12 ) siang.

Tata Pamer Cagar Budaya di Bukit Menumbing dikerjakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya ( BPCB ) Jambi, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat.

Teknologi modern pendukung nilai – nilai history yang terkandung di pesanggrahan utama merubah ruangan tersebut menjadi lebih menarik. Selain bertabur cahaya, di dalamnya juga dipajang patung Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

Mensos Risma bersama Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Bupati Bangka Barat, Sukirman, Wakil Bupati, Bong Ming Ming, Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa, Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto serta segenap pejabat lainnya meninjau langsung Tata Pamer tersebut.

Banyaknya bangunan bernilai sejarah tinggi di Bangka Belitung, salah satunya kastil Menumbing di Kecamatan Muntok membuat Risma terkesima.

” Jadi terus terang saya sangat suprise karena banyak gedung yang bernilai sejarah tinggi di Bangka Belitung seperti di Muntok, dan kita perlu mengangkat ini,” ujar Risma kepada wartawan, di Bukit Menumbing, Minggu ( 19/12 ).

Risma berharap Pesanggrahan Menumbing bisa dipromosikan dan menjadi sarana bagi masyarakat Indonesia untuk melihat sejarah perjuangan kemerdekaan di masa lalu, khususnya pada saat Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden pertama RI berada di Muntok.

” Maka itu kita harus mengangkat ini agar masyarakat Indonesia tahu, bagaimana sejarah kemerdekaan perjuangan bangsa Indonesia dengan lengkap,” imbuhnya.

Mantan Walikota Surabaya ini juga mengomentari perpaduan teknologi moderen dan sejarah pada Tata Pamer Menumbing. Menurutnya, dengan inovasi tersebut bisa membuat gedung yang semula bisu, kini bisa menjelaskan semua yang terkandung di dalamnya.

” Saya pikir kita harus mulai dari situ, tidak bisa kemudian sesuatu yang itu seolah – olah bisu. Dengan teknologi kita bisa manfaatkan seolah – olah ada sesuatu yang bisa dijelaskan, ada sesuatu yang bisa diekspresikan dari gedung yang diam,” ujar Risma.

Namun, dia juga mempunyai saran dan masukan untuk lebih mempercantik icon wisata sejarah Bangka Barat yang berada di ketinggian sekitar 400 mdpl ini.

Risma menyarankan agar pada pasanggrahan utama juga dilengkapi dengan lighting, seperti yang diterapkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Tujuannya, agar Menumbing lebih bercahaya dan bisa terlihat dari kejauhan di malam hari.

” Jadi bisa terlihat terang kalau malam. Ini saya kasih lighting sekarang makam pahlawan, ini sekarang Taman Makam Pahlawan Kalibata kayak gini,” ujar Risma sambil menunjukkan foto di handphone-nya.

Usul Risma tersebut disambut baik oleh Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

” Nanti biaya lighting perbulannya dari Provinsi aja Bu,” janji Erzaldi. ( SK )