HEADLINEPEMKOT

Terus Merangkak Naik, Harga Beras Kini Melampaui HET

231
×

Terus Merangkak Naik, Harga Beras Kini Melampaui HET

Sebarkan artikel ini
Foto: inpost.id

PANGKALPINANG – Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang terus merangkak naik dan kini tembus di atas harga eceran tertinggi. Kondisi ini menambah beban masyarakat karena beras merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

Berdasarkan pantauan Sistem Informasi Perdagangan Koto Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, pada minggu ketiga Agustus 2025, harga beras medium di Pangkalpinang naik signifikan. Kenaikan tercatat mencapai 15 hingga 17 persen dari HET yang berlaku.

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, dalam Rapat Koordinasi Kenaikan Harga Beras Premium dan Medium yang digelar di Smart Room Center, Senin (25/8/2025) mengungkapkan, harga beras medium di Pasar Ratu Tunggal sudah menyentuh Rp15.333 per kilogram. Padahal, HET yang ditetapkan pemerintah hanya Rp13.100 per kilogram.

“Kalau dihitung, persentasenya naik sekitar 17,04 persen. Di Pasar Pagi juga sama, harganya Rp15.000 per kilogram atau 15,61 persen di atas HET,” jelas Mie Go.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Pangkalpinang. Secara nasional, laporan terbaru mencatat terdapat 347 kota dengan harga beras premium dan 483 kota dengan harga beras medium yang melampaui HET. Persentase kenaikan pun bervariasi, mulai dari 5 hingga 52 persen.

Menurut Mie Go, data harga pangan strategis dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang pada periode yang sama juga menunjukkan tren kenaikan serupa.

Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kestabilan ekonomi rumah tangga masyarakat.

“Kenaikan ini tentu harus kita cari penyebabnya. Apakah karena distribusi, pasokan, atau ada penahanan barang. Kita tidak bisa berspekulasi tanpa data yang jelas,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama pihak terkait akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Bulog juga akan dilibatkan untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus mencari solusi menekan harga agar kembali stabil.

Lonjakan harga beras ini diharapkan segera tertangani agar tidak berlarut-larut. Pemerintah kota juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Langkah konkret harus segera diambil, baik oleh Bulog maupun pemerintah daerah, agar harga bisa kembali normal. Karena dampaknya langsung pada daya beli dan kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya. (inpost.id)