HEADLINEPEMKOT

Dorong UMKM Lokal Masuk Pasar Pengadaan Barang Jasa

×

Dorong UMKM Lokal Masuk Pasar Pengadaan Barang Jasa

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Lokapasar (e-Marketplace) Toko Daring Ayomall di Ruang Besar Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (15/9).

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) untuk memanfaatkan lokapasar atau e-Marketplace dalam memperluas akses terhadap pasar pengadaan barang dan jasa pemerintah.

‎Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Lokapasar (e-Marketplace) Toko Daring Ayomall di Ruang Besar Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (15/9/2026).

‎Juhaini yang mewakili Wali Kota Pangkalpinang mengatakan, belanja pemerintah memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah, termasuk memperluas pasar bagi produk UMKM.

‎“Pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif untuk memenuhi kebutuhan perangkat daerah. Pengadaan pemerintah sesungguhnya memiliki daya ungkit ekonomi yang sangat besar,” ujar Juhaini membacakan sambutan Wali Kota.

‎Menurutnya, pemerintah harus memastikan belanja daerah memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi masyarakat.

‎Karena itu, produk lokal yang memenuhi kebutuhan, spesifikasi, kualitas dan ketentuan pengadaan harus mendapat ruang dalam belanja pemerintah.

‎“Jangan sampai produk masyarakat kita ada di depan mata, tetapi belanja pemerintah justru mengalir keluar daerah. Kita ingin uang pemerintah berputar sebanyak mungkin di dalam perekonomian masyarakat kita sendiri,” katanya.

‎Juhaini menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan Perpres Nomor 46 Tahun 2025 yang memperkuat penggunaan produk dalam negeri serta memberikan ruang bagi UMK dan koperasi untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah. Salah satu instrumennya melalui pemanfaatan lokapasar atau e-Marketplace.

‎“Transformasi digital dalam pengadaan bukan lagi sekadar sebuah gagasan. Ini sudah menjadi bagian dari arah kebijakan pengadaan pemerintah. Dan pada hari ini, kita melakukan langkah konkret untuk mewujudkannya melalui Toko Daring Ayomall,” ucapnya.

‎Ia juga meminta pelaku usaha lokal tidak takut masuk ke ekosistem digital. Menurutnya, peluang tersebut harus diikuti kesiapan dari sisi legalitas, kualitas produk, harga, kapasitas produksi, pelayanan hingga kemampuan menggunakan teknologi.

‎Ia berharap kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Perangkat daerah diminta aktif memanfaatkan pengadaan elektronik, sementara pelaku usaha lokal diharapkan mulai menggunakan platform digital untuk memperluas pasar dan mendukung perputaran ekonomi di Kota Pangkalpinang. (IP)

Tinggalkan Balasan