DBD Dapat Dicegah Dengan Ini

oleh -94 Dilihat

BANGKA BARAT — Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Bangka Barat membuat pihak – pihak terkait merasa perlu mengambil langkah pencegahan.

Terkait hal tersebut, Puskesmas Muntok bersama Forkopimcam serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat menggelar rapat membahas langkah pengendalian DBD, di Kantor Camat Muntok, Kamis ( 18/11 ) pagi.

Rapat tersebut dihadiri para lurah dan kepala desa. Turut hadir Kepala Puskesmas Muntok, Harianto, Sekretaris Dinas Kesehatan Bangka Barat, dr. Hendra serta perwakilan Polsek Muntok.

” Tujuan kami mengundang seluruh Kades, Lurah dan lintas sektor di Kecamatan Muntok adalah mengajak masyarakat agar sadar, tahu dan mampu untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, PHBS di tatanan rumah tangga,” ujar Harianto.

Dikatakannya, rapat ini digelar untuk benar – benar mencegah DBD dengan melakukan sejumlah langkah, diantaranya PHBS, Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) serta mengaktifkan kembali Juru Pemantau Jentik ( Jumantik ).

Menurut dia, dalam PHBS terdapat indikator bebas jentik di rumah atau lingkungan yang bertujuan mencegah DBD secara efektif.

” Kita tahu sampai saat ini semakin meningkat kasusnya bahkan sampai ada yang meninggal dunia. Ini adalah salah satu bentuk kelalaian kita dalam rangka mencegah tersebut. Kalau dalam seminggu sekali betul – betul kita lakukan PSN di rumah, tentunya jentik tidak akan ada,” tukas Harianto.

Karena itu pihaknya merekomendasikan kepada seluruh lurah, kades dan KUPT serta lintas sektor untuk memastikan di rumah dan lingkungan sekitar tidak ada jentik nyamuk.

Selain itu, Juru Pemantau Jentik atau Jumantik perlu dibentuk dan diaktifkan kembali, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya dan memastikan setiap minggu melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Harianto menegaskan, pembersihan lingkungan dapat dilakukan secara gotong – royong yang diagendakan Ketua RT/RW setiap minggu. Pihaknya pun siap melakukan promosi kesehatan
setiap saat tanpa mengenal waktu, bahkan di hari libur sekalipun.

Program inovatif lainnya yang dapat dilakukan yaitu Jumat Berantas Jentik. Setiap hari Jumat, masyarakat memberantas jentik di rumahnya masing – masing.

” Kenapa hari Jumat? karena kita tahu kalau hari Jumat itu adalah hari orang pada libur, bekerja libur, dia mencari pekerjaan sering kali banyak dirumah. Silahkan saja tidak hanya hari Jumat, Minggu boleh yang penting seminggu sekali diberantas jentik,” tandasnya.

Menurut Harianto, kebersihan lingkungan sangat penting karena DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan dan perilaku masyarakatnya sendiri.

” Kalau perilaku kita betul – betul membudayakan PHBS tentunya DBD dapat dicegah,” ucapnya. ( SK )