Kami Bukan Makelar Tanah

oleh -4 Dilihat

BANGKA TENGAH – Menanggapi pernyataan Kepala Desa Guntung dan beberapa warga yang menyebutkan bahwa proses pembebasan lahan warga Desa Guntung oleh CV MAL tidak jelas, dan ada pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh PD, HM dan SK, dengan tegas dibantah ketiganya.

“Kami bukan makelar tanah, tapi bagian dari tim pembebasan lahan yang ditunjuk oleh Bos, isu yang menyebutkan bahwa kami ini makelar, jelas itu tidak benar,” tegas Sukri, Senin (3/1/22).

Lanjut Sukri, dia merasa kecewa atas pernyataan tersebut. Menurutnya, sebelum terjadi pertemuan di kantor Desa Guntung itu, pernah dilakukan juga pertemuan di CV MAL dan permasalahan jual beli tanah warga Desa Guntung sudah selesai.

“Sebelumnya kami pernah bertemu di CV MAL membahas masalah ini, dan sudah selesai tidak ada masalah lagi, tapi kenapa Jum’at lalu diadakan lagi pertemuan oleh Kades dengan warga, tapi kami tidak di undang,” terangnya.

Hal sedana juga di sampaikan oleh Hasan Masat, dirinya merasa keberatan dengan pernyataan Kades Guntung, yang menyatakan ada pemalsuan dokumen sehingga merugikan masyarakat.

“Hari ini ( Senin 03/01/22 ) saya di panggil pihak Kepolisian untuk hadir di kantor Desa Guntung, setelah hadir di sana dan bertemu dengan SM serta DK, lalu menanyakan apakah ada yang di rugikan, tapi keduanya menjawab tidak merasa dirugikan. Bahkan, setelah bertemu dengan SM dan DK di Kantor Desa Guntung, kedua orang ini mengaku tidak sengaja mendatangi kantor Desa, tapi di undang oleh Desa untuk bermediasi dengan pihak CV MAL,” bebernya.

Masih kata Hasan, apabila ada warga yang merasa dirugikan tentang penjualan lahan ini, kenapa dalam pertemuan yang di gelar Jum’at lalu oleh aparat Desa, ia dan PD serta SK tidak di undang.

“Kalau memang kami ini merugikan warga, kenapa waktu pertemuan Jum’at lalu kami tidak di undang, terus keluarnya bahasa kami makelar itu dari mana? sedangkan di pertemuan itu tidak dilibatkan,” kata dia.

Lanjut Hasan, untuk memperjelas permasalahan ini, ia meminta kepada kepala Desa Guntung agar dipertemukan dengan warga yang merasa di rugikan tersebut.

“Pertemukan lagi kami dengan warga yang merasa dirugikan itu, biar semua masalahnya terang benderang dan jelas, intinya saya tidak pernah memalsukan dokumen apapun, sekali lagi kami bertiga minta untuk di pertemuan dengan warga – warga yang panggil Desa beberapa waktu lalu,” pungkasnya. ( Hari Yana).