Kasus Pencabulan Tuai Perhatian Bupati Basel

oleh
Riza Herdavid

BANGKA SELATAN – Kasus pencabulan terhadap anak mencuat dan terjadi di dunia pendidikan di Kabupaten Bangka Selatan baru-baru ini. Hal tersebut langsung mendapatkan perhatian dari Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid.

Orang nomor satu di Negeri Beribu Pesona itu sangat menyayangkan hal yang terjadi di wilayahnya. Apalagi di lembaga pendidikan di Kabupaten Bangka Selatan, ia berharap hal tersebut jangan sampai terjadi lagi. Sehingga tak ada korban-korban lainnya yang bermunculan.

“Kita berharap ini bisa jadi pembelajaran bagi lembaga pendidikan dan orang tua untuk bersama-sama saling mengawasi,” ujarnya dikonfirmasi Inpost, Kamis (13/01/22).

Sementara itu, Kepala Dinas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Sumadi dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya peristiwa yang mengindikasi perbuatan cabul guru tersebut.

“Setelah kami cek minta keterangan dengan Kepala Sekolah, bahwa yang bersangkutan ini honorer pelatih kegiatan ekstra kurikuler. Sudah hampir 2 tahun ini tidak aktif lagi karena pandemic, jadi kegiatan ekskul ditiadakan,” jelasnya.

Ditegaskan Sumadi, pihaknya telah melakukan langkah preventif, tapi pihaknya tidak mengira ini terjadi. Menurut dia, latar belakang  yang diterima mengajar mata pelajaran atau ekstrakurikuler sering tidak diketahui.

“Kepada guru-guru di sekolah, ini menjadikan pelajaran agar memantau peserta didiknya dalam kegiatan belajar maupun ekstrakurikuler agar tetap sesuai dengan norma-norma dan koridor pendidikan. Dan juga orang tua untuk bisa bekerjasama dengan sekolah untuk mengawasi perkembangan anaknya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Polsek Airgegas menangkap seorang guru silat berinisial MZ (27), atas dugaan pencabulan terhadap muridnya. Aksi bejat itu dilakukan di disalah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan.

“Benar, telah kita amankan insialnya MZ pada tanggal 6 Januari 2022, pelaku diketahui sedang berada di rumahnya. Yang bersangkutan ini adalah sebagai guru silat,” kata Kapolres Bangka Selatan, AKBP Joko Isnawan dikonfirmasi Inpost, Selasa (11/01/21) malam.

Joko menjelaskan, MZ mencabuli muridnya yang masih dibawah umur dengan rentan usia 10-15 tahun. Pencabulan yang dilakukan oleh tersangka ini juga pernah dilakukan di kediaman rumah pelaku.

“Diketahui perbuatan pelaku tidak hanya dilakukan sekali saja, sebelumnya pelaku sudah 2 kali melakukan perbuatan cabul terhadap korban yaitu pada bulan Oktober 2021,” kata dia. (Yusuf)