BANGKA TENGAHHEADLINE

Komunitas Ini Terbentuk Berawal Dari Kegelisahan

66
×

Komunitas Ini Terbentuk Berawal Dari Kegelisahan

Sebarkan artikel ini
Eva Algafry

BANGKA TENGAH – Komunitas Gerakan Peduli Lingkungan yang diketuai oleh Eva Algafry, istri Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, terbentuk karena keresahan dari kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar.

Berangkat dari keresahan itu kemudian ia berinisiatif membentuk komunitas Gerakan Peduli Lingkungan, yang tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tentang betapa pentingnya meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Dikatakan Eva, komunitas ini terbentuk berawal dari kekuatiran dan kegelisahan yang sejak lama terpendam, karena setiap kali ada event atau kegiatan yang melibatkan orang banyak, akan berakhir dengan sampah yang berserakan sehingga membuat petugas kebersihan kewalahan.

“Dari kegelisahan itu, dan juga termotivasi oleh grup Pandawara akhirnya saya mencoba berkomunikasi dengan beberapa rekan, Alhamdulillah sambutan sangat baik,” ucapnya

Kemudian, lanjut Eva, setelah Komunitas ini terbentuk, aksi pertama yang GPL lakukan adalah ketika pawai peringatan HUT RI, yang mana usai pawai kita langsung melakukan pembersihan.

“Hari pertama setelah pawai mulai dari garis star sampai finis kita langsung bergerak membersihkan sampah-sampah yang berserakan, dan selama dua hari pawai kita berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 12 ton,” tuturnya.

Masih kata Eva, ia berkeinginan yang bergabung dalam komunitas ini atas dasar kehendak dan kepedulian sendiri, bukan karena faktor lainnya, karena komunitas Gerakan Peduli Lingkungan ini dibentuk untuk kepentingan bersama.

“Ini untuk kepentingan bersama, semua warga Bangka Tengah bisa bergabung, tidak ada istilah warna, logo dan instansi apapun, dan itu atas dasar keinginan sendiri bukan karena seseorang ataupun faktor lainnya, karena kalau bukan keinginan sendiri hal itu akan menjadi beban,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, langkah selanjutnya yang akan ia lakukan bersama Komunitas GPL adalah mengedukasi masyarakat, agar selalu membuang sampah pada tempatnya.

“Kita akan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, dan akan memulai edukasi dari anak-anak karena bila ini dibiasakan sejak usai dini, maka kedepannya akan menjadi kebiasaan baik,” kata Eva.

Ia berharap, Gerakan Peduli Lingkungan ini bisa terus bergerak dan manfaatnya dirasa oleh kita semua.

“Diharapkan Komunitas ini tetap berjalan, sehingga masyarakat teredukasi, melihat, tergerak dan termotivasi, ya pada intinya ini kehadiran kami bisa menjadi inspirasi bagi semua orang,” pungkasnya. (Hari Yana)

READ  Silaturahmi ke KONI, Kadispora Bahas Kemajuan Olahraga di Pangkalpinang