PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang Saparudin memaparkan sejumlah capaian pemerintahannya selama hampir 11 bulan memimpin Kota Pangkalpinang bersama Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pangkalpinang dalam rangka Hari Jadi ke-269 Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).
Saparudin mengatakan, pembangunan kota bukan pekerjaan satu atau dua orang, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, aparatur serta masyarakat.
“Pembangunan sebuah kota bukanlah pekerjaan satu orang, bukan juga pekerjaan Wali Kota, bukan pekerjaan satu Wakil Wali Kota. Ini adalah pekerjaan kita bersama,” ujar Saparudin.
Ia menegaskan pembangunan juga harus berkelanjutan dengan melanjutkan program pemerintahan sebelumnya, memperbaiki hal yang masih kurang dan mempertahankan capaian yang dinilai sudah baik.
Dari sisi ekonomi, Saparudin menyebut perekonomian Kota Pangkalpinang pada 2025 tumbuh 4,54 persen.
Angka tersebut juga tercatat dalam data BPS Kota Pangkalpinang, yang menyebut pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sepanjang 2025 mencapai 4,54 persen.
“Pertumbuhan ekonomi bukan semata-mata tentang angka. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu mampu menyerap investasi dan menggerakkan dunia usaha, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, menguatkan usaha kecil mikro kecil menengah, dan pada akhirnya bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pangkalpinang,” katanya.
Saparudin kemudian memaparkan sejumlah capaian pemerintah daerah. Di bidang kesehatan, ia menyebut kepesertaan JKN masyarakat Pangkalpinang telah mencapai 99,86 persen dan Pemkot juga terus melakukan perbaikan pelayanan di puskesmas serta RSUD Depati Hamzah.
Di bidang pelayanan publik, Pemkot Pangkalpinang memperoleh skor 85,02 dalam penilaian Ombudsman RI Tahun 2025 dengan predikat kualitas baik. Capaian tersebut sebelumnya juga dikonfirmasi Ombudsman RI Perwakilan Babel.
Sementara di bidang reformasi hukum, Saparudin menyebut Pemkot Pangkalpinang memperoleh predikat AA dalam Indeks Reformasi Hukum 2025.
Di sektor pendidikan, pemerintah kota juga tengah membangun SMP Negeri 11 di eks Terminal Selindung dan merencanakan pembangunan SMP Negeri 12 di Kelurahan Air Kepala Tujuh.
Selain itu, Pemkot Pangkalpinang telah meluncurkan PKP Smart sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik sekaligus upaya optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi secara digital.
Pemerintah kota juga mengembangkan pengelolaan sampah melalui TPS 3R dan merencanakan pembangunan TPST.
Saparudin mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya pemerintah kota. Ia juga menekankan bahwa pembangunan ke depan harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk UMKM, nelayan, petani dan anak muda.
“Kita ingin UMKM mendapatkan bantuan modal dan mendapatkan akses pasar, para nelayan dan petani terlindungi, anak muda mendapatkan kesempatan kerja, investasi masuk dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah juga ingin menghidupkan pasar dan pusat perdagangan, mengembangkan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif, sekaligus memastikan setiap rupiah APBD memberikan manfaat bagi masyarakat. (IP)
Saparudin Paparkan Capaian 11 Bulan Memimpin Pangkalpinang







