SPOB Pembawa BBM Dikarantina

oleh -6 Dilihat

BANGKA — Satu unit Kapal SPOB dengan nama Wirandi X, yang membawa ribuan ton BBM, harus menjalani karantina terbatas selama 5 hari di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu, Selasa (21/12)

Kapal yang membawa 3.000 lebih ton minyak HSD untuk Perusahaan PLN itu, terpaksa harus menjalani karantina terbatas karena salah satu ABK nya dinyatakan positif terkonfirmasi virus Corona saat dilakukan swab oleh petugas klinik setempat.

Hal itu jelaskan oleh Nuryanto selaku Sub Koordinator Substansi PKSE KKP Pangkalpinang, saat diwawancara di Kantor KSOP Sabandar Belinyu, Selasa siang.

” Karena kapal ini diketahui ada salah satu ABK yang terdeteksi positif (Covid 19) antigen, inisial J sebagai Koki. Makanya kita ini Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, koordinasi dengan Polri atau Polda sini, untuk melakukan penyelidikan epidomolgi, contact pressing atau kontak erat dan pengambilan swab. Karena memang persyaratan dari PLN seluruh ABK harus di antigen,” ungkapnya.

Nuryanto juga mengatakan, kapal itu akan menjalani masa karantina hingga 5 hari kedepan, satu ABK yang dinyatakan positif itu juga saat ini menjalani karantina di RSUD Eko Maulana Ali, Kecamatan Belinyu.

Lanjut dari itu, untuk prosedur pencabutan status karantina terbatas terhadap Kapal itu, Nuryanto menjelaskan, pencabutan itu bisa dilakukan apabila hasil swab kedua nanti, yang dilakukan pada tanggal 25 Desember nanti, terhadap 13 ABK yang saat ini menjalani karantina di kapal itu.

Jika hasilnya negatif, kata Nuryanto, maka status karantina kapal itu bisa dicabut.

” Untuk pencabutan kapal dalam karantina terbatas tersebut, dilakukan apabila yang kontak erat ini, salah satu kan sudah terpisah, nah sisanya yang dikarantina di kapal sisanya 13 orang ini, akan dilakukan swab kedua. Jika nanti diketahui hasilnya negatif dua kali, maka kapal itu kita cabut dari karantina terbatas tersebut,” jelasnya.

Dilain pihak, Erik, selaku agen dari SPOB Wirandi itu mengaku, kapal itu membawa 3.000 lebih ton minyak jenis HSD.

” Minyak HSD Industri milik sebanyak PLN 3.500 ton, untuk PLN Babel, untuk penerangan,” ujarnya.

Sementara, Kasat Polairud Polres Bangka, AKP Yanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya turut membantu dalam pengamanan terhadap kapal itu.

” Iya, kita backup pengamanan terhadap kegiatan tersebut, baik terhadap orang maupun barang dalam Kapal dan dan juga Bbm,” kata Yanto.

Kapolsek Belinyu, Kompol Noval Desky, saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya pengamanan itu.

” Iya betul, sesuai prosedur, kita dari Polsek melakukan melakukan pengamanan,” ujar Noval.

Pada kegiatan itu, turut hadir KSOP Sabandar Belinyu, Kasat Polairud Polres Bangka beserta anggota, KKP Kelas 3 Pangkalpinang, anggota Polsek Belinyu serta tenaga kesehatan setempat. (Randhu)