HEADLINEPEMKOT

Wali Kota Luncurkan Inovasi Sistem Informasi Gotong Royong

130
×

Wali Kota Luncurkan Inovasi Sistem Informasi Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Peluncuran inovasi SIGORO di Kecamatan Pangkal Balam, Selasa (14/4).

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang meluncurkan inovasi Sistem Informasi Gotong Royong (SIGORO) di Kecamatan Pangkal Balam, Selasa (14/4/2026), sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program kebersihan dan keasrian lingkungan.

Peluncuran inovasi tersebut ditandai dengan kehadiran Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, dalam kegiatan Halal bihalal yang digelar di Kantor Kecamatan Pangkal Balam.

Saparudin menyampaikan bahwa SIGORO merupakan bentuk inovasi daerah yang mendukung program nasional, sekaligus memperkuat implementasi gerakan Indonesia Asri dan Pangkalpinang Bersih di tingkat kecamatan.

“Hari ini Kecamatan Pangkal Balam membuat inovasi terhadap kegiatan program Indonesia Asri dan Pangkalpinang Bersih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SIGORO dirancang untuk menjawab kebutuhan koordinasi di Kecamatan Pangkal Balam yang memiliki karakteristik wilayah pesisir dan industri dengan banyak pemangku kepentingan.

“Mereka membuat inovasi yang disebut sistem integrasi gotong royong. Kenapa integrasi? Karena di Pangkal Balam ini agak unik, stakeholder-nya lebih banyak dibanding kecamatan lain,” jelasnya.

Menurutnya, keberagaman unsur yang terlibat, mulai dari TNI, kepolisian, otoritas pelabuhan hingga pihak swasta, memerlukan sistem terintegrasi agar pelaksanaan kegiatan gotong royong dapat berjalan efektif dan terarah.

“Dibutuhkan sebuah sistem yang bisa menyatukan mereka, mengkoordinasikan mereka, baik dari sisi perencanaan kegiatan maupun pelaksanaan aksi gotong royong,” tegasnya.

Melalui SIGORO, seluruh elemen diharapkan dapat terlibat secara terkoordinasi, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan, khususnya dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan.

Inovasi ini menjadi langkah strategis bagi Kecamatan Pangkal Balam dalam mengoptimalkan potensi kolaborasi di tengah kompleksitas wilayah yang menjadi pusat aktivitas pelabuhan dan industri. (IP)

Tinggalkan Balasan