BANGKA TENGAH – Berbagai modus dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Kapolsek Koba melalui akun WhatsApp.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan identitas dan foto profil yang mengatasnamakan Kapolsek Koba, IPTU Wardiyansyah, kemudian menghubungi sejumlah pihak melalui pesan WhatsApp dan meminta sejumlah uang untuk ditransfer.
Kapolsek Koba IPTU Wardiyansyah mengatakan, aksi penipuan tersebut diketahui setelah sejumlah pihak, termasuk teman-teman dari pemerintahan desa dan kelurahan serta masyarakat, menghubunginya untuk melakukan konfirmasi.
“Teman-teman dari pemerintahan desa dan kelurahan ada yang menghubungi saya. Ada juga teman-teman yang dari Purkobincang. Mereka menyampaikan ada yang mengatasnamakan Kapolsek Koba yang baru dan meminta sejumlah uang untuk ditransfer,” ujar IPTU Wardiyansyah, Jumat (7/8/26) di ruangan kerjanya.
Menurutnya, aksi penipuan tersebut berhasil diketahui lebih awal karena pihak yang dihubungi pelaku langsung melakukan konfirmasi kepada dirinya.
“Untungnya teman-teman langsung konfirmasi ke saya. Mereka juga sudah mempunyai nomor handphone saya, sehingga bisa memastikan apakah benar atau tidak,” katanya.
IPTU Wardiyansyah mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah hukum Polsek Koba, agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan atau permintaan yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat kepolisian lainnya.
“Walaupun ada yang mengatasnamakan Kapolsek Koba maupun pejabat Polres, mohon konfirmasi terlebih dahulu. Jangan gampang percaya. Bisa konfirmasi langsung kepada saya atau melaporkan melalui layanan pengaduan kita, termasuk Call Center 110,” tegasnya.
Ia memastikan, hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang menjadi korban dalam aksi penipuan tersebut. Hal itu lantaran pihak yang menerima pesan segera melakukan konfirmasi.
“Untuk saat ini belum ada korban. Teman-teman karena sudah punya nomor handphone saya, mereka langsung konfirmasi. Saya bilang itu penipuan,” jelasnya.
Pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap nomor WhatsApp yang digunakan pelaku. Berdasarkan hasil pengecekan, nomor tersebut bukan merupakan nomor milik Kapolsek Koba maupun anggota Polsek Koba.
“Kami juga sudah mengecek nomor itu. Memang tidak ada di sini. Nomor tersebut berasal dari luar dan sudah kami cek melalui IT. Memang bukan nomor yang ada di wilayah Bangka Belitung,” ungkapnya.
Dijelaskan IPTU Wardi, bahwa dirinya memiliki dua nomor handphone, yakni satu nomor untuk keperluan kedinasan dan satu nomor untuk keluarga.
“Kalau untuk nomor saya ada dua, satu untuk kedinasan dan satu untuk nomor keluarga,” pungkasnya.
Polsek Koba mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan transfer uang atau memberikan data pribadi apabila menerima pesan mencurigakan.
“Masyarakat diminta melakukan konfirmasi terlebih dahulu dan segera melaporkan apabila menemukan akun, atau nomor WhatsApp yang diduga melakukan penipuan dengan mengatasnamakan pejabat kepolisian,” pungkasnya. (IP)
Penipu Catut Nama Kapolsek Koba, Lewat WhatsApp Minta Transfer Uang






